Tinjau Proyek Flyover Latumenten Bareng Gubernur Pramono, Kenneth DPRD DKI: Progres 55% dan On the Track
Proyek pembangunan Flyover Latumenten di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal Juli 2026 ini, progres fisik infrastruktur yang dirancang untuk men
Proyek pembangunan Flyover Latumenten di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal Juli 2026 ini, progres fisik infrastruktur yang dirancang untuk mengurai kemacetan kronis tersebut telah mencapai 55 persen. Capaian ini terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth.
Dalam keterangannya kepada media kami di lokasi proyek, Kamis (2/7/2026), Kenneth yang merupakan legislator dari Fraksi PDI Perjuangan menyatakan keyakinannya terhadap ketepatan waktu penyelesaian proyek tersebut. "Flyover Latumenten ini progresnya masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti," ujarnya. Politisi yang akrab disapa Bang Kent itu menekankan pentingnya menjaga ritme pekerjaan agar target operasional dapat tercapai sesuai jadwal.
Solusi Kemacetan Menahun yang Dinantikan Warga
Kehadiran proyek flyover ini bukanlah tanpa alasan. Menurut Kenneth, pembangunan Flyover Latumenten berawal dari keresahan mendalam warga yang tinggal di sekitar perlintasan kereta api di wilayah Grogol Petamburan. Selama bertahun-tahun, warga setempat harus berhadapan dengan kemacetan parah yang dipicu oleh frekuensi penutupan palang pintu perlintasan kereta api yang tinggi, sehingga arus lalu lintas kerap tersendat dan menimbulkan antrean panjang kendaraan.
Warga kemudian menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada Kenneth, meminta agar sang wakil rakyat itu mencarikan solusi konkret untuk masalah yang telah menjadi persoalan menahun tersebut. Atas dasar aspirasi inilah, usulan pembangunan flyover kemudian diperjuangkan di tingkat pemerintah provinsi hingga akhirnya terealisasi.
"Warga meminta saya untuk mencarikan solusi mengurai kemacetan di sini. Mereka sudah terlalu lama mengalami kesulitan setiap kali melintas di perlintasan kereta ini," ungkap Kenneth, menirukan keluhan konstituennya.
Infrastruktur ini digadang-gadang mampu mengurangi tingkat kemacetan hingga 40 persen di kawasan tersebut setelah beroperasi penuh nantinya. Kehadiran flyover akan memisahkan arus lalu lintas kendaraan dari perlintasan sebidang kereta api, sehingga kendaraan dapat melintas tanpa harus berhenti saat kereta melintas. Dengan target penyelesaian pada Desember 2026, warga dan pengguna jalan di Jakarta Barat tinggal menunggu waktu untuk merasakan manfaat dari proyek strategis ini.
Peninjauan bersama antara eksekutif dan legislatif ini juga menjadi sinyal kuat adanya sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD dalam mengawal proyek-proyek infrastruktur prioritas. Gubernur Pramono Anung didampingi langsung oleh Kenneth menyusuri titik-titik krusial area konstruksi untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan standar keselamatan.
Diharapkan, ketika flyover ini rampung, tidak hanya kemacetan yang terurai, tetapi juga mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Jakarta Barat dapat meningkat secara signifikan. Proyek ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara aspirasi warga, peran legislatif, dan komitmen eksekutif mampu menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan perkotaan.
Comments (0)