Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong Cipayung, Rekan WNA Panik
JAKARTA, DETIK INI JUGA – Tiga pekerja tewas di gorong-gorong proyek saluran air di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (11/7/2026) pagi. Insiden yang diduga akibat gas beracun ini bermula saat s...
JAKARTA, DETIK INI JUGA – Tiga pekerja tewas di gorong-gorong proyek saluran air di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (11/7/2026) pagi. Insiden yang diduga akibat gas beracun ini bermula saat satu pekerja pingsan di dalam saluran, lalu dua rekannya berusaha menolong namun malah ikut meregang nyawa.
Kepanikan melanda sejumlah pekerja asing (WNA) yang menyaksikan kejadian tersebut. Seorang saksi melaporkan, para WNA itu berteriak histeris dan beberapa di antaranya menangis saat petugas mengevakuasi ketiga jenazah.
Kronologi Singkat
Sekitar pukul 09.30 WIB, seorang pekerja yang diketahui bernama Agus (35) turun ke gorong-gorong sedalam 4 meter untuk memeriksa aliran air. Diduga, ia langsung menghirup gas metana atau kekurangan oksigen hingga tak sadarkan diri. Tak lama, dua rekannya, Budi (28) dan Candra (31), nekat masuk tanpa alat pernapasan. Keduanya juga langsung pingsan dan tak tertolong.
Seorang pekerja WNA, Rahman (bukan nama sebenarnya), menuturkan detik-detik kepanikan, "Saya lihat Agus jatuh, lalu Budi dan Candra lari masuk. Semua langsung diam. Saya teriak minta tolong, tapi tidak ada yang berani masuk."
Sebelumnya, kawasan Cipayung memang rawan risiko kerja di gorong-gorong karena saluran tua dan kurang ventilasi. Kasus serupa pernah terjadi pada 2024, menewaskan dua pekerja.
Fakta Kunci
- 3 pekerja tewas: Agus (35), Budi (28), Candra (31).
- Waktu: Jumat (11/7/2026), pukul 09.30 WIB.
- Lokasi: gorong-gorong proyek saluran di Cipayung, Jakarta Timur.
- Penyebab dugaan: paparan gas beracun atau defisiensi oksigen di ruang terbatas.
- Evakuasi: tim rescue tiba pukul 09.45 WIB, butuh 30 menit evakuasi karena akses sempit.
Respons Pihak Berwenang
Kepala Dinas Gulkarmat Jaktim, Budi Santoso, mengonfirmasi tiga korban meninggal dunia di lokasi. "Korban kami bawa ke RSUD Budi Asih. Dugaan sementara keracunan gas," ujarnya. Polres Metro Jakarta Timur juga telah mengamankan lokasi dan meminta keterangan saksi, termasuk para pekerja WNA yang masih syok.
Perusahaan kontraktor yang mempekerjakan para korban belum bersedia berkomentar. Namun, pengamat K3 menduga rendahnya pengawasan prosedur confined space menjadi penyebab. "Masuk gorong-gorong tanpa gas detector dan alat bantu pernapasan itu fatal," kata seorang ahli.
Hingga berita ini diturunkan, identifikasi resmi dan autopsi masih berlangsung. UPDATE: Tim Inafis telah tiba di TKP untuk olah tempat kejadian.
Pantau terus perkembangan berita ini hanya di Beritatercepat, portal "Detik Ini Juga".
Comments (0)