Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong Cipayung, Korban WNA Sempat Berteriak Minta Tolong

JAKARTA – Insiden memilukan terjadi di wilayah Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (11/7/2026) pagi. Sebanyak tiga orang pekerja meninggal dunia setelah terperangkap di dalam gorong-gorong ya...

Jul 12, 2026 - 14:36
0 0
Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong Cipayung, Korban WNA Sempat Berteriak Minta Tolong

JAKARTA – Insiden memilukan terjadi di wilayah Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (11/7/2026) pagi. Sebanyak tiga orang pekerja meninggal dunia setelah terperangkap di dalam gorong-gorong yang diduga sarat gas beracun. Seorang di antaranya merupakan pekerja asing yang sempat terdengar berteriak histeris meminta pertolongan sebelum akhirnya meregang nyawa.

Peristiwa ini menggegerkan warga sekitar. Ketiga korban diketahui tengah melakukan perawatan saluran air di lokasi tersebut. Mereka masuk ke dalam gorong-gorong dengan diameter sekitar satu meter tanpa alat pelindung pernapasan yang memadai, dan dalam hitungan menit kehilangan kesadaran akibat paparan gas.

Kronologi Mencekam

Menurut keterangan saksi, insiden bermula sekitar pukul 09.00 WIB. Tim pekerja memasuki gorong-gorong di Jalan Bambu Apus. Tidak lama kemudian, terdengar suara teriakan keras dari dalam saluran. “Saya dengar ada yang berteriak minta tolong. Teriakannya panik sekali, seperti orang sekarat,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya. Warga segera melapor ke pemadam kebakaran dan tim SAR.

Tim rescue tiba sekitar 20 menit setelah laporan. Evakuasi berlangsung dramatis karena akses yang sangat sempit dan konsentrasi gas tinggi. Petugas terpaksa menggunakan alat bantu pernapasan lengkap (SCBA) serta peralatan tali khusus untuk meraih para korban yang sudah tidak bergerak.

Upaya Penyelamatan Gagal

Begitu berhasil dikeluarkan, ketiga korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Tim medis di lokasi melakukan resusitasi jantung paru (CPR) secara intensif, namun nyawa mereka tak bisa diselamatkan. “Korban WNA sempat menunjukkan tanda vital lemah saat pertama diangkat, tapi meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit,” jelas Kepala Seksi Operasi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur.

Identitas para korban masih dalam proses identifikasi kepolisian. Polsek Cipayung telah memasang garis polisi dan mengamankan lokasi. Barang bukti seperti alat kerja dan atribut perusahaan turut diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Penyebab Sementara: Gas Beracun

Dugaan kuat mengarah pada keracunan gas metana atau hidrogen sulfida yang kerap terakumulasi di saluran air tertutup. “Korban diduga menghirup gas beracun sehingga langsung lemas dan kehabisan oksigen. Ini penyebab paling sering pada kecelakaan di confined space,” terang seorang petugas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta di lokasi.

Pihak berwenang akan mengusut apakah perusahaan yang mempekerjakan korban menerapkan standar keselamatan kerja sesuai aturan. Jika ditemukan kelalaian, sanksi berat menanti. Insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan di sektor pemeliharaan infrastruktur; sepanjang 2025 tercatat 15 kasus serupa di Jakarta dengan total 21 korban jiwa.

Reaksi dan Langkah Selanjutnya

Warga Bambu Apus berharap pemerintah memperketat pengawasan proyek berisiko tinggi. “Ini pelajaran mahal. Kami sering lihat pekerja masuk gorong-gorong tanpa masker,” kata tokoh masyarakat setempat. Sementara itu, pihak keluarga korban WNA telah dihubungi melalui kedutaan, dan proses identifikasi resmi menggunakan sidik jari serta dokumen keimigrasian sedang berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan olah TKP intensif. Evakuasi akhir memakan waktu hampir dua jam akibat medan yang sulit. Kementerian Ketenagakerjaan dijadwalkan memberikan keterangan pers besok pagi. Hasil otopsi dan investigasi menyeluruh akan menjadi kunci penentuan langkah hukum selanjutnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User