Tewas Setelah Serahkan Uang Sekolah, Pencuri Ayam di Bali Ditemukan

BULELENG, BALI — Seorang pria yang diduga terlibat pencurian ayam di Desa Sidatapa, Buleleng, ditemukan tewas setelah tiga hari menghilang. Ironisnya, sebelum raib, ia sempat menyerahkan uang tunai ...

Jul 28, 2026 - 05:50
0 0
Tewas Setelah Serahkan Uang Sekolah, Pencuri Ayam di Bali Ditemukan

BULELENG, BALI — Seorang pria yang diduga terlibat pencurian ayam di Desa Sidatapa, Buleleng, ditemukan tewas setelah tiga hari menghilang. Ironisnya, sebelum raib, ia sempat menyerahkan uang tunai Rp2,7 juta untuk biaya gedung sekolah anaknya.

Hilang Tanpa Kabar

Pria berinisial KD itu terakhir kali terlihat meninggalkan kediamannya pada Kamis lalu. Menurut keterangan keluarga, ia pamit untuk urusan pekerjaan dan tak kunjung pulang hingga malam. Kekhawatiran memuncak ketika telepon selulernya tidak aktif selama berjam-jam, membuat istri dan kerabatnya segera melapor ke aparat setempat.

KD dikenal sebagai buruh serabutan yang sering berpindah-pindah pekerjaan. Meskipun begitu, polisi mengonfirmasi bahwa namanya masuk dalam daftar terduga pelaku pencurian ayam yang meresahkan warga di beberapa banjar dalam sepekan terakhir.

Uang Gedung Sekolah yang Mengharukan

Sebelum menghilang, KD mendatangi istrinya dengan membawa amplop cokelat. Di dalamnya terdapat uang pecahan Rp50 ribuan dan Rp100 ribuan yang totalnya mencapai Rp2,7 juta. Ia meminta istrinya agar segera melunasi biaya gedung sekolah anak semata wayangnya yang akan masuk SD tahun ajaran baru.

"Dia bilang, 'Ini buat sekolah anak, jangan sampai telat.' Saya tidak menyangka itu jadi pertemuan terakhir kami," ujar istri KD saat ditemui di rumah duka dengan suara terbata.

Uang itu kemudian dikonfirmasi telah disetorkan ke pihak sekolah pada keesokan harinya. Pihak keluarga tidak mencurigai asal-usul dana itu karena KD kerap membawa uang hasil kerja serabutan.

Penemuan Jenazah di Semak Pinggir Desa

Setelah tiga hari pencarian yang melibatkan warga dan tim SAR lokal, sesosok mayat ditemukan di semak-semak dekat perbatasan Desa Sidatapa dan Desa Banyuseri. Polisi mengidentifikasi jenazah tersebut sebagai KD berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan saat terakhir terlihat.

Kapolsek setempat, AKP Made Wira, menyatakan belum bisa memastikan penyebab pasti kematian. "Kami masih menunggu hasil autopsi. Ada sejumlah luka di tubuh korban, tapi tim forensik sedang mendalami apakah itu benturan benda tumpul atau akibat lainnya," ujarnya dalam keterangan pers singkat.

Penyidik kini tengah memeriksa kemungkinan keterkaitan antara status KD sebagai terduga pencuri ayam dengan kematian tragis tersebut. Tidak sedikit warga menduga adanya aksi main hakim sendiri oleh pihak yang menjadi korban pencurian.

Keluarga Minta Keadilan

Sambil menunggu hasil penyelidikan, keluarga KD memilih fokus pada penghormatan terakhir. Mereka menolak berkomentar soal kasus pencurian yang dituduhkan, namun meminta polisi mengusut tuntas penyebab kematian. "Suami saya memang punya salah, tapi dia tetap manusia yang berhak hidup," kata sang istri.

KD meninggalkan seorang anak laki-laki berusia enam tahun yang kini yatim. Uang gedung sekolah yang diserahkannya menjadi warisan terakhir yang justru mengantarnya ke liang kubur. Kasus ini menjadi cermin pahit tentang ironi hidup seorang ayah yang mungkin terjebak di antara kejahatan dan tanggung jawabnya pada keluarga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User