Terdakwa kasus dugaan penyebaran informasi elektronik, Tifauzia Tyassuma yang dikenal luas sebagai dr. Tifa, didakwa men

Tim jaksa penuntut umum menegaskan bahwa unggahan dan narasi yang disebarluaskan oleh terdakwa secara daring bukan sekadar opini pribadi. Mereka menilainya sebagai sebuah upaya sadar untuk membentuk p

Jul 08, 2026 - 05:02
0 0
Terdakwa kasus dugaan penyebaran informasi elektronik, Tifauzia Tyassuma yang dikenal luas sebagai dr. Tifa, didakwa men
Tim jaksa penuntut umum menegaskan bahwa unggahan dan narasi yang disebarluaskan oleh terdakwa secara daring bukan sekadar opini pribadi. Mereka menilainya sebagai sebuah upaya sadar untuk membentuk persepsi massa, sehingga masyarakat luas menganggap informasi yang tidak terverifikasi itu sebagai sebuah kebenaran otentik. “Bahwa perkataan yang diucapkan oleh Terdakwa dengan cara menyampaikan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik seolah-olah data yang otentik telah membentuk persepsi publik agar masyarakat percaya atau meyakini ijazah S-1 saksi Ir. H. Joko Widodo adalah palsu,” ujar jaksa di hadapan majelis hakim. Dalam dakwaannya, jaksa merinci salah satu bukti yang menjadi sorotan. Mereka merujuk pada momen ketika media sosial tengah diramaikan oleh perdebatan mengenai keaslian ijazah Jokowi. Pada 1 April 2025, akun X pribadi milik saksi Dian Sandi Utama, @DianSandiU, mengunggah sebuah foto yang diklaim sebagai ijazah asli S-1 Jokowi untuk meredakan spekulasi publik menjelang Lebaran. Unggahan tersebut disertai caption yang berbunyi, “Buat yang ributin fotocopy Ijazah Pak @jokowi yang saya upload pada utas. Biar kalian tenang lebarannya: ini saya upload yang asli, dengan lampiran foto ijazah.” Deretan unggahan yang mempertanyakan legalitas dokumen akademik tersebut, menurut jaksa, terjadi dalam rangkaian waktu yang berkesinambungan dengan dakwaan terhadap dr. Tifa. Jaksa berpendapat bahwa penyebaran konten elektronik oleh terdakwa telah melampaui batas kebebasan berekspresi dan masuk ke dalam ranah pidana karena dianggap memanipulasi fakta untuk mempengaruhi kepercayaan publik secara luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Lapangan. Reporter lapangan peristiwa terkini.

Comments (0)

User