Monday, 24 August 2026 | 19:20 WIB

Tantangan Hafalan Al-Qur'an Disponsori Miras Viral, The Sounds Project Tegur Sponsor

JAKARTA — Kontroversi meledak di tengah gelaran The Sounds Project di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Sebuah aktivasi berisi tantangan menghafal Al-Qur'an diduga disokong merek minuman keras. Publik m...

Aug 12, 2026 - 11:28
0 1
Tantangan Hafalan Al-Qur'an Disponsori Miras Viral, The Sounds Project Tegur Sponsor

JAKARTA — Kontroversi meledak di tengah gelaran The Sounds Project di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Sebuah aktivasi berisi tantangan menghafal Al-Qur'an diduga disokong merek minuman keras. Publik murka. Tuduhan penistaan agama mengemuka. Penyelenggara akhirnya buka suara.

Manajemen The Sounds Project menegaskan aktivitas tersebut berada di luar konsep acara yang disepakati. Mereka menyebut pihak sponsor menjalankan aktivasi tanpa persetujuan penuh. Teguran resmi dilayangkan. Evaluasi internal langsung digulirkan.

Kronologi Kejadian

Kericuhan bermula dari unggahan di media sosial. Warganet membagikan tangkapan layar dan video aktivitas tantangan hafalan Al-Qur'an di area festival. Logo produk minuman beralkohol tampak mencolok di sekitar aktivitas itu.

Dalam hitungan jam, unggahan tersebut menyebar luas. Ribuan komentar bernada kecaman membanjiri akun penyelenggara. Banyak yang menilai aktivitas itu menodai kesucian kitab suci.

Sebagian warganet menuntut aparat turun tangan. Mereka mendesak kepolisian mengusut dugaan penistaan agama. Tagar kecaman sempat membanjiri linimasa sepanjang hari.

Jawaban Penyelenggara

The Sounds Project menyampaikan klarifikasi resmi. Mereka menegaskan tidak pernah merancang aktivasi yang menyinggung unsur agama. Seluruh konsep acara diklaim sudah melalui proses kurasi ketat.

Menurut panitia, tantangan hafalan itu merupakan inisiatif pihak sponsor. Mekanisme dan materi aktivasi dinilai menyimpang dari brief awal. Penyelenggara mengaku kecolongan dalam pengawasan di lapangan.

Teguran keras dilayangkan kepada brand terkait. Penyelenggara juga meminta seluruh materi aktivasi yang bermasalah dicabut dari area acara. Langkah ini diambil demi meredam kemarahan publik.

Permintaan maaf disampaikan kepada masyarakat. Terutama kepada umat Islam yang merasa tersinggung. Panitia berjanji memperketat pengawasan terhadap seluruh mitra komersial di masa mendatang.

Kecaman dari Berbagai Pihak

Kecaman tidak hanya datang dari warganet. Sejumlah tokoh masyarakat ikut bersuara. Mereka menilai penggunaan simbol keagamaan untuk promosi miras tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Beberapa pihak menyebut insiden ini sebagai bentuk kelalaian serius. Festival musik dinilai wajib menghormati norma agama dan budaya lokal. Sensitivitas publik tidak boleh diabaikan demi kepentingan bisnis.

Ada pula yang mendesak peninjauan ulang izin acara. Namun sebagian lain meminta persoalan diselesaikan lewat jalur mediasi. Semua sepakat kejadian serupa tidak boleh terulang.

Sorotan pada Sponsor

Brand minuman keras yang disebut terlibat menjadi bulan-bulanan publik. Banyak yang mempertanyakan etika promosi perusahaan tersebut. Strategi pemasaran mereka dinilai kebablasan.

Aktivasi merek di acara publik memang lazim dilakukan. Namun menyeret unsur ibadah dinilai melampaui batas kewajaran. Apalagi menyangkut kitab suci umat Islam.

Hingga kini, pernyataan resmi dari pihak sponsor masih dinanti. Publik menuntut permintaan maaf terbuka. Tekanan di media sosial terus meningkat.

Evaluasi dan Komitmen

Manajemen The Sounds Project berkomitmen melakukan evaluasi total. Seluruh kerja sama komersial akan ditinjau ulang. Tidak ada ruang bagi aktivasi yang melanggar norma.

Standar operasional baru disiapkan. Setiap aktivasi sponsor wajib melewati persetujuan tertulis. Pengawasan di lapangan diperketat berlapis.

Penyelenggara menegaskan festival mereka terbuka untuk semua kalangan. Karena itu, sensitivitas terhadap nilai agama menjadi prioritas utama. Kepercayaan publik dipertaruhkan.

Insiden ini menjadi pelajaran mahal bagi industri hiburan tanah air. Promosi produk tidak boleh menabrak norma masyarakat. Apalagi memanfaatkan praktik ibadah demi publisitas semata.

Publik kini menanti langkah konkret. Baik dari penyelenggara maupun sponsor. Kepercayaan masyarakat hanya bisa dipulihkan lewat tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan di atas kertas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User