Tangis Keluarga Pecah di Pemakaman Terduga Pencuri Ayam di Bali

UPDATE – Isak tangis histeris mewarnai pemakaman KD, seorang pria di Tabanan, Bali, yang tewas dikeroyok massa setelah dituduh mencuri ayam. Prosesi pemakaman yang berlangsung pada pagi tadi dipenuh...

Jul 28, 2026 - 03:17
0 0
Tangis Keluarga Pecah di Pemakaman Terduga Pencuri Ayam di Bali

UPDATE – Isak tangis histeris mewarnai pemakaman KD, seorang pria di Tabanan, Bali, yang tewas dikeroyok massa setelah dituduh mencuri ayam. Prosesi pemakaman yang berlangsung pada pagi tadi dipenuhi duka mendalam. Keluarga besar menangis histeris, sementara istri dan anak-anaknya tampak terguncang.

Jenazah KD tiba di rumah duka sekitar pukul 09.00 WITA. Puluhan pelayat memadati kediaman. Tangisan pecah begitu keranda diturunkan dari ambulans. Istri KD, yang diketahui bernama Ni Luh Putu, jatuh pingsan dan harus dipapah kerabat. Dua anaknya yang masih kecil menangis ketakutan, tidak mengerti mengapa ayah mereka terbujur kaku.

Tetangga dan kerabat berusaha menguatkan. Seorang tetangga dekat, I Wayan Sujana, mengaku syok. “KD orang baik, sehari-hari bekerja sebagai pedagang keliling. Kami tidak percaya dia dituduh mencuri ayam,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. KD dikenal sebagai sosok pendiam dan tak pernah terlibat masalah dengan warga lain.

Kronologi Aksi Massa

  • KD dituduh mencuri seekor ayam milik warga pada Minggu malam.
  • Massa yang sudah terprovokasi langsung mengejar dan menghakimi KD tanpa konfirmasi.
  • Pengeroyokan brutal terjadi di jalan desa, melibatkan puluhan orang.
  • KD tewas di lokasi dengan luka berat di kepala dan sekujur tubuh.
  • Polisi yang datang terlambat hanya bisa mengevakuasi jenazah dan mengamankan TKP.

Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP I Made Sumaryasa, mengonfirmasi pihaknya telah menangkap enam terduga pelaku. “Kami sedang mendalami peran masing-masing. Tidak menutup kemungkinan tersangka bertambah,” tegasnya. Pasal penganiayaan berat mengakibatkan kematian dikenakan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Keluarga Ikhlas, Tuntut Keadilan

Meski dihantam duka, keluarga besar KD menyatakan mengikhlaskan kepergiannya. Namun mereka menuntut proses hukum berjalan adil.

  • “Kami ikhlaskan KD pergi. Ini musibah. Tapi kami ingin pelaku dihukum setimpal,” ujar perwakilan keluarga, sambil menyeka air mata.
  • Keluarga berharap tidak ada lagi warga yang main hakim sendiri.
  • Tokoh adat setempat turut berbelasungkawa dan menyerukan perdamaian.

Kasus ini memantik kemarahan publik di media sosial. Tagar #StopMainHakimSendiri sempat trending. Warganet mengecam tindakan massa yang merenggut nyawa hanya karena seekor ayam. Psikolog forensik menilai aksi ini menunjukkan lemahnya kepercayaan pada hukum dan mudahnya provokasi di tingkat akar rumput.

Pemakaman berakhir sekitar pukul 13.00 WITA. Tangis keluarga masih terdengar saat tanah merah menutupi liang lahat. KD meninggalkan seorang istri dan dua anak balita yang kini kehilangan tulang punggung. Pemerintah desa setempat berjanji akan membantu meringankan beban keluarga korban.

Kapolres Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra, mengimbau masyarakat untuk mempercayakan penegakan hukum kepada aparat. “Sekali lagi, jangan mudah terprovokasi isu yang belum jelas. Serahkan pada polisi. Nyawa manusia tidak sebanding dengan seekor ayam,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User