Sungai Ciujung Serang Berwarna Hitam Diduga Tercemar, Anggota DPRD Desak Investigasi
Serang, Beritatercepat.com – Kondisi Sungai Ciujung yang mengalir di wilayah Kabupaten Serang, Banten, kembali menjadi sorotan setelah airnya dilaporkan berubah warna menjadi hitam pekat. Fenomena
Serang, Beritatercepat.com – Kondisi Sungai Ciujung yang mengalir di wilayah Kabupaten Serang, Banten, kembali menjadi sorotan setelah airnya dilaporkan berubah warna menjadi hitam pekat. Fenomena ini diduga kuat sebagai dampak dari pencemaran limbah yang telah menjadi masalah kronis di daerah tersebut. Menanggapi hal ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin yang akrab disapa Ibin, angkat bicara dan mendesak agar permasalahan ini segera diusut tuntas.
Dalam keterangannya yang diterima media kami, Ibin mengungkapkan bahwa kejadian ini bukanlah insiden pertama. Ia menegaskan bahwa pencemaran di sepanjang aliran Sungai Ciujung terjadi hampir setiap tahun dan cenderung semakin parah saat musim kemarau tiba. Menurutnya, surutnya debit air membuat konsentrasi limbah semakin pekat sehingga perubahan warna menjadi hitam legam sangat kasat mata.
Fenomena Tahunan yang Berulang
Ahmad Muhibbin yang mengaku lahir dan besar di desa sepanjang bantaran Sungai Ciujung di kawasan Serang Utara, mengaku sangat merasakan dampak langsung dari buruknya kualitas air tersebut. Ia menyayangkan fenomena ini seakan dianggap lumrah lantaran terus berulang tanpa adanya solusi konkret dari pemangku kebijakan.
"Saya lahir dan tumbuh di desa yang berada di sepanjang Sungai Ciujung. Karena itu, saya dan masyarakat Serang Utara merasakan langsung kondisi sungai yang sering kali menghitam pekat dari tahun ke tahun," ujar Ibin pada Senin (22/6/2026).
Berdasarkan laporan kami di lapangan, sejumlah warga mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari aliran sungai, terutama pada pagi dan malam hari. Selain mengganggu kenyamanan, pencemaran ini dikhawatirkan berdampak serius pada ekosistem sungai dan kesehatan masyarakat sekitar yang masih bergantung pada sumber air tanah di dekat DAS Ciujung.
Dampak Luas dan Tuntutan Pengusutan
Politisi asal Serang Utara ini menyoroti perlunya kolaborasi serius antara pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, hingga aparat penegak hukum untuk menyelidiki sumber pencemaran. Ibin mendorong agar investigasi tidak hanya berhenti pada identifikasi, tetapi juga berujung pada penindakan tegas bagi oknum industri atau pihak-pihak yang diduga sengaja membuang limbah tanpa melalui proses pengolahan yang benar.
Meskipun belum ada data resmi terbaru mengenai kandungan zat berbahaya di sungai tersebut, warga setempat meyakini bahwa limbah industri dari sektor hulu menjadi kontributor utama di balik peristiwa menghitamnya air. Selain itu, limbah domestik dari pemukiman padat penduduk di sepanjang aliran sungai juga diduga turut memperparah tingkat pencemaran yang terjadi.
Menurut catatan media kami, Sungai Ciujung memiliki peran vital sebagai sumber irigasi dan penunjang kehidupan warga sekitar. Jika tidak segera ditangani, krisis lingkungan ini tidak hanya akan mematikan biota sungai, tetapi juga mengancam keberlangsungan mata pencaharian para petani dan nelayan tradisional di Kabupaten Serang. DPRD berjanji akan terus melakukan pengawasan dan meminta dinas terkait untuk segera mempublikasikan hasil uji laboratorium sebagai langkah awal penanganan krisis ini.
Comments (0)