Dony Ahmad Munir Percepat Digitalisasi Sumedang di Periode Kedua

<h2>Dony Ahmad Munir Percepat Digitalisasi Sumedang di Periode Kedua</h2> <p>Dony Ahmad Munir resmi menjabat sebagai Bupati Sumedang untuk periode 2018-2023 dan terpilih kembali untuk periode kedua 2025-2030. Ia adalah putra daerah asli Sumedang yang

Jul 11, 2026 - 05:49
Updated: 4 days ago
0 0

Dony Ahmad Munir Percepat Digitalisasi Sumedang di Periode Kedua

Dony Ahmad Munir resmi menjabat sebagai Bupati Sumedang untuk periode 2018-2023 dan terpilih kembali untuk periode kedua 2025-2030. Ia adalah putra daerah asli Sumedang yang mengawali karir sebagai birokrat sebelum terjun ke dunia politik praktis. Sebelum menjadi bupati, ia dikenal sebagai akademisi dan aktivis organisasi kemasyarakatan.

Profil dan Latar Belakang

Dony Ahmad Munir menempuh pendidikan di Universitas Padjadjaran dengan gelar sarjana, kemudian melanjutkan studi magister dan meraih gelar doktor dari universitas yang sama. Karir politiknya dimulai sebagai anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2014-2018. Ia juga tercatat sebagai pengurus struktural PPP, mengisi posisi strategis di tingkat provinsi Jawa Barat. Sebelum menjadi legislator, Dony adalah pegawai negeri sipil (PNS) dengan pengalaman di berbagai instansi pemerintahan, termasuk sekretariat daerah. Keterlibatannya dalam organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) turut membentuk basis massanya di Sumedang yang religius.

Program Unggulan dan Kinerja

Pemerintahan Dony Ahmad Munir fokus pada transformasi digital tata kelola pemerintahan dan pengembangan sumber daya manusia. Program Sumedang Digitalisasi Administrasi dan Keuangan Terintegrasi (SAKTI) menjadi salah satu capaian paling menonjol. Sistem ini mengintegrasikan perencanaan, penganggaran, dan pelaporan keuangan daerah secara elektronik. Hasilnya, Sumedang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama lima tahun berturut-turut sejak 2019. Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Sumedang pun meningkat signifikan dari kategori "Cukup" menjadi "Sangat Baik" pada 2023, menempatkan kabupaten ini di peringkat nasional.

Di bidang pelayanan publik, program e-Office dan Command Center diterapkan untuk mempercepat respons birokrasi. Melalui inovasi Sumedang Integrated Public Service (SIPS), lebih dari 200 jenis perizinan dan non-perizinan kini dapat diakses secara daring. Jumlah keluhan masyarakat yang terselesaikan meningkat 37% dalam dua tahun terakhir implementasi. Di sektor ekonomi, program Satu Desa Satu Produk (SDSP) mendorong UMKM lokal dengan pendampingan sertifikasi halal, merek, dan kemasan. Data Dinas Koperasi dan UMKM mencatat terjadi pertumbuhan 28% omzet produk unggulan desa, termasuk kerajinan kulit Sukamantri dan opak Cikeruh, pada kurun 2021-2024.

Kontroversi dan Tantangan

Meski menuai pujian atas digitalisasi, kepemimpinan Dony Ahmad Munir tetaplah tidak lepas dari kritik. Persoalan penanganan sampah dan kemacetan di wilayah Jatinangor terus menghantui pemerintahannya. Proyek Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Cibeureum sempat terhambat pembebasan lahan, memicu protes warga yang lingkungannya terdampak penumpukan sampah. Selain itu, masyarakat mempertanyakan belum maksimalnya realisasi program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang dinilai lambat. Tantangan lainnya adalah ketimpangan infrastruktur antara pusat kota Sumedang dengan kawasan utara yang hingga kini masih menyisakan akses jalan rusak di sejumlah kecamatan.

Penilaian dan Prospek

Secara obyektif, Bupati Dony Ahmad Munir berhasil membangun fondasi pemerintahan berbasis teknologi yang terukur dan diakui secara nasional. Opini WTP berturut-turut dan peningkatan tajam SPBE adalah bukti konkret. Namun pemerintahannya perlu memberi perhatian lebih pada masalah-masalah lapangan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar warga. Di periode keduanya, ekspektasi publik terletak pada kemampuan menerjemahkan perbaikan tata kelola menjadi pemerataan infrastruktur dan kesejahteraan nyata. Prospek politiknya di PPP juga terbuka lebar, bahkan namanya disebut-sebut potensial melangkah ke level provinsi jika mampu menyelesaikan janji-janji strategis di Sumedang dalam lima tahun ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User