Sport Tourism NTB Melambung Usai Ajang Lari di Mandalika
LOMBOK TENGAH — Ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara memadati kawasan Sirkuit Mandalika dalam sebuah perhelatan lari berskala nasional yang digelar akhir pekan ini. Ajang tersebut dila...
LOMBOK TENGAH — Ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara memadati kawasan Sirkuit Mandalika dalam sebuah perhelatan lari berskala nasional yang digelar akhir pekan ini. Ajang tersebut dilaporkan menyedot lebih dari 4.500 peserta, memicu lonjakan okupansi hotel dan menggulirkan perputaran ekonomi lokal secara signifikan.
Partisipasi Meledak
Data panitia menunjukkan jumlah pendaftar tahun ini naik hampir dua kali lipat dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Kategori lomba meliputi marathon penuh 42 kilometer, half marathon 21 kilometer, serta lari 10K dan 5K yang dibuka untuk komunitas dan pelajar. Peserta terbanyak berasal dari Jabodetabek, Surabaya, dan Makassar. Tercatat pula pelari asal Singapura, Malaysia, Jepang, dan Australia yang sengaja menjadwalkan perjalanan mereka bertepatan dengan event ini.
Jalur lomba dirancang melewati tikungan ikonik sirkuit, hamparan pesisir selatan Lombok, serta perbukitan yang menyuguhkan panorama laut. Sejumlah pelari menyebut rute ini sebagai "salah satu jalur lari terindah di Asia Tenggara." Kombinasi lintasan aspal sirkuit dan jalanan alam pesisir menjadi magnet utama yang membedakan ajang ini dari event lari perkotaan biasa.
Dampak Ekonomi Langsung
Dinas Pariwisata NTB mencatat tingkat keterisian kamar hotel di kawasan Mandalika dan Mataram menyentuh 95 persen selama tiga hari menjelang event. Restoran, penyedia jasa transportasi lokal, serta pelaku UMKM oleh-oleh khas Lombok merasakan peningkatan omzet yang tajam.
- 4.500+ pelari terdaftar dari 28 provinsi dan 6 negara
- Okupansi hotel tembus 95% di zona Mandalika—Mataram
- Estimasi perputaran uang selama tiga hari mencapai Rp 18 miliar
- Lebih dari 200 UMKM dilibatkan di area race village
Race village yang dibangun di area paddock sirkuit menampung puluhan stan kuliner, kriya, dan produk ekonomi kreatif. Panitia menggandeng pelaku usaha setempat untuk memastikan manfaat ekonomi tidak hanya terserap oleh jaringan hotel besar, melainkan juga menjangkau warung, kedai kopi, dan pengrajin lokal.
Strategi Sport Tourism Jangka Panjang
Pemerintah Provinsi NTB menempatkan sport tourism sebagai salah satu pilar pemulihan pariwisata pascapandemi. Mandalika dinilai memiliki modal kuat: sirkuit berstandar internasional, bentang alam yang dramatis, serta infrastruktur pendukung yang terus dibenahi. Ajang lari ini diproyeksikan menjadi event tahunan dengan target pertumbuhan peserta dua digit setiap edisinya.
Kepala Dinas Pariwisata NTB menyatakan pihaknya tengah mengkaji integrasi kalender event lari dengan World Marathon Majors atau seri lari regional Asia Pasifik demi mendongkrak profil internasional. Selain itu, pelaku industri perhotelan disebut mulai mempersiapkan paket wisata khusus "run-cation" yang menggabungkan partisipasi lomba dengan eksplorasi destinasi sekitar seperti Gili Trawangan, Desa Sade, dan air terjun Benang Stokel.
Sejumlah peserta mengonfirmasi bahwa mereka memperpanjang masa tinggal untuk mengeksplorasi Lombok seusai lomba. "Saya datang khusus lari, tapi ternyata pantai dan kuliner di sini luar biasa. Akhirnya saya perpanjang dua malam," ujar seorang pelari asal Jakarta yang ditemui di area finish. Fenomena ini memperkuat argumen bahwa ajang olahraga mampu berfungsi sebagai pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal destinasi lebih dalam.
Dengan keberhasilan penyelenggaraan kali ini, NTB kian memantapkan posisinya sebagai hub sport tourism nasional. Kombinasi sirkuit balap kelas dunia dan event lari massal diharapkan menciptakan efek domino yang menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan sepanjang tahun.
Comments (0)