Skor Lari Tertinggi Seleksi Akpol 2026: 3,575 Km dalam 12 Menit
JAKARTA — Rangkaian tes fisik seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) 2026 melahirkan catatan istimewa. Jonathan Putra Siregar, calon taruna asal Kalimantan Tengah, mencatatkan skor lari tertinggi dengan...
JAKARTA — Rangkaian tes fisik seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) 2026 melahirkan catatan istimewa. Jonathan Putra Siregar, calon taruna asal Kalimantan Tengah, mencatatkan skor lari tertinggi dengan menempuh jarak 3.575 meter hanya dalam 12 menit. Prestasi ini memecahkan rekor internal panitia seleksi dan menjadi perbincangan hangat di kalangan peserta.
Tes lari selama 12 menit merupakan komponen krusial dalam seleksi Akpol. Standar jarak minimal yang harus dicapai adalah 2.800 meter untuk lolos. Namun, Jonathan mampu melesat jauh melampaui ambang batas tersebut, mencatatkan jarak 3,575 kilometer — hampir satu kilometer lebih jauh dari persyaratan dasar. Ia mengungguli ribuan peserta lainnya dari berbagai daerah.
“Saya hanya fokus memberikan yang terbaik. Tidak menyangka bisa sejauh ini,” ujar Jonathan singkat seusai pengumuman hasil. Pria berusia 18 tahun itu mengaku telah mempersiapkan diri secara intensif selama lebih dari satu tahun, termasuk berlatih di medan perbukitan daerah asalnya yang menantang.
Jalur Seleksi yang Ketat
Seleksi Akpol tahun ini diikuti oleh lebih dari 2.500 pemuda dari seluruh Indonesia. Setelah melewati verifikasi administrasi, mereka harus melewati serangkaian tes kesehatan, psikologi, dan jasmani. Tes jasmani meliputi lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, dan shuttle run. Dari ribuan peserta, hanya sebagian kecil yang mampu mencapai skor di atas 3.400 meter — dan Jonathan menjadi yang tertinggi.
BACA JUGA: Psikotes Akpol 2026 Diperketat, 30 Persen Peserta Gugur di Tahap Awal
Respons Panitia dan Rekor Baru
Kepala Subbagian Seleksi Akpol, Komisaris Besar Polisi Dr. Andi Wijaya, membenarkan bahwa capaian Jonathan adalah yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. “Ini menunjukkan ketahanan fisik dan mental yang luar biasa. Potensi seperti ini sangat dibutuhkan di kepolisian,” ungkapnya di lapangan Akpol, Semarang.
Selain lari, Jonathan juga unggul dalam tes lain seperti push-up dan sit-up. Namun, catatan lari 3.575 meternya menjadi pusat perhatian, mengingat standar kebugaran kardio menjadi fondasi utama dalam pendidikan kepolisian.
Dari Pedalaman Kalimantan
Jonathan berasal dari Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Sebagai putra kedua dari pasangan guru, ia bermimpi mengabdi sebagai perwira polisi sejak duduk di bangku SMP. Jika berhasil lulus seluruh tahapan, ia akan menjadi salah satu calon taruna dari luar Jawa yang membawa harapan daerahnya.
“Ini baru langkah awal. Masih ada tes kesehatan lanjutan dan wawancara. Saya mohon doa restu agar bisa melaluinya,” tutupnya dengan rendah hati.
Dengan prestasi ini, Jonathan membuktikan bahwa pelosok negeri mampu melahirkan talenta fisik terbaik yang siap bersaing di tingkat nasional. Matanya kini tertuju pada jenjang berikutnya: menjadi bagian dari Korps Bhayangkara.
Comments (0)