Siswa Sekolah Rakyat Pukau Penonton Jember Fashion Carnaval 2026
BARU SAJA — Panggung Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 mendadak riuh rendah saat puluhan siswa Sekolah Rakyat tampil memukau, Sabtu (14/6) sore. Aksi mereka bukan sekadar parade busana, melainkan p...
BARU SAJA — Panggung Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 mendadak riuh rendah saat puluhan siswa Sekolah Rakyat tampil memukau, Sabtu (14/6) sore. Aksi mereka bukan sekadar parade busana, melainkan panggung pembuktian bahwa mimpi anak-anak dari komunitas marginal bisa seterang lampu sorot karnaval.
Kehadiran mereka di ajang fashion street terbesar di Asia itu sontak mencuri perhatian. Kostum warna-warni berbahan limbah plastik dan kain perca bergerak lincah di antara megahnya peserta lain. Tepuk tangan penonton sepanjang rute menjadi saksi betapa energi dan kreativitas para siswa Sekolah Rakyat menyatu dalam tarian serta busana unik yang mereka tampilkan.
Fakta Kunci Partisipasi
- Puluhan siswa Sekolah Rakyat dari empat kabupaten ambil bagian.
- Kostum didesain bersama mentor selama dua bulan menggunakan bahan daur ulang.
- Tema karnaval tahun ini, “Harmoni Nusantara”, diinterpretasikan dengan perpaduan budaya lokal dan pesan lingkungan.
- Latihan intensif dilakukan di sela jam belajar, membuktikan semangat pantang menyerah.
Menyulut Semangat Bermimpi
Untuk mencapai panggung ini, para siswa menjalani latihan maraton selama dua bulan. Di sela membantu orang tua di sawah atau berjualan, mereka menyempatkan diri berlatih gerakan dan mendaur ulang sampah menjadi kostum. “Anak-anak ini luar biasa. Mereka datang lebih awal dan pulang paling akhir. Semangat itulah yang membuat kami yakin melibatkan mereka di ajang sekelas JFC,” kata Budi Santoso, pembina seni Sekolah Rakyat. Ia menambahkan, partisipasi ini bukan sekadar ajang pamer, melainkan pembelajaran hidup tentang ketekunan dan kebanggaan diri.
Para siswa pun mengaku pengalaman ini mengubah cara pandang mereka. “Saya sekarang percaya, saya bisa menjadi siapa saja,” ujar Dina (14), salah satu peserta, dengan suara bergetar saat ditemui di garis finis.
Pesan Kolaborasi dan Harapan
Penyelenggara JFC menyambut antusias partisipasi Sekolah Rakyat. Menurut mereka, karnaval bukan hanya milik desainer ternama, melainkan panggung bagi setiap anak bangsa yang ingin bercerita melalui busana. Kerja sama dengan Sekolah Rakyat diharapkan berlanjut pada ajang-ajang berikutnya, membuka akses lebih luas bagi komunitas kurang beruntung.
Ketika sorot kamera menyala dan lampu panggung meredup, semangat para siswa Sekolah Rakyat justru kian membara. Mereka pulang bukan hanya dengan sertifikat partisipasi, tetapi juga dengan keyakinan baru: bahwa setiap anak, dari sudut jalan mana pun, berhak menuliskan kisahnya sendiri di panggung dunia.
Comments (0)