Shobeir Gagalkan Penalti Messi, Mesir Lolos ke Perempat Final
ATLANTA — Momen dramatis yang akan dikenang sepanjang sejarah Piala Dunia terjadi di Atlanta Stadium. Kiper timnas Mesir, Mostafa Shobeir, tampil sebagai p
ATLANTA — Momen dramatis yang akan dikenang sepanjang sejarah Piala Dunia terjadi di Atlanta Stadium. Kiper timnas Mesir, Mostafa Shobeir, tampil sebagai pahlawan setelah menggagalkan tendangan penalti kapten Argentina Lionel Messi pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026). Penyelamatan ikonis itu memastikan kemenangan 1-0 bagi The Pharaohs dan menghentikan langkah juara bertahan Argentina secara mengejutkan.
Momen Penyelamatan yang Memecah Atlanta Stadium
Penalti diberikan wasit pada menit ke-87 setelah bek Mesir, Ahmed Hegazy, dinilai melakukan handsball di kotak terlarang saat berusaha memblok umpan silang. Atlanta Stadium mendadak senyap ketika Messi—yang belum pernah gagal mengeksekusi penalti di fase gugur Piala Dunia—melangkah maju. Tendangan mendatarnya ke pojok kanan bawah yang biasanya mematikan kali ini mampu dibaca dengan sempurna oleh Shobeir. Sang kiper melompat ke kanan, menepis bola dengan tangan kirinya, lalu segera bangkit dan meraung penuh emosi. Setengah stadion bergemuruh—pendukung Mesir dan netral yang anti-klimaks langsung meledak, sementara ribuan fans Argentina tertunduk dalam diam.
“Saya tahu Messi selalu menempatkan bola ke kanan bawah dalam situasi krusial. Saya sudah menonton puluhan videonya. Ketika dia menendang, insting saya langsung bergerak. Rasanya seperti seluruh karier saya mengerucut di satu detik itu,” ujar Shobeir dalam konferensi pers usai laga.
Gol tunggal Mesir lahir lebih awal melalui skema serangan balik mematikan pada menit ke-23. Mohamed Salah, yang sepanjang laga menjadi ancaman konstan di sisi kanan, melepaskan tembakan melengkung setelah menerima umpan terobosan dari Trezeguet. Bola bersarang di pojok kiri gawang Emiliano Martínez tanpa bisa dijangkau. Argentina mendominasi penguasaan bola hingga 68% sepanjang 90 menit, menciptakan 14 tembakan, namun pertahanan disiplin Mesir yang dikawal duet Hegazy dan Ali Gabr meredam setiap upaya. Kegagalan penalti Messi adalah simbol dari frustrasi total itu.
Dampak: Akhir Era Messi di Piala Dunia?
Kegagalan ini langsung memicu diskusi global tentang masa depan Messi—yang sudah berusia 39 tahun—bersama tim nasional. Ini adalah pertama kalinya Argentina tersingkir di babak 16 besar setelah menjadi juara di edisi sebelumnya. Di media sosial, tagar #GraciasMessi dan #ShobeirTheWall bersaing sebagai trending topic dunia.
Berikut sorotan utama dari laga yang sudah digadang-gadang sebagai salah satu kejutan terbesar turnamen:
- Penalti krusial menit 87: Hadiah penalti untuk Argentina setelah handsball Hegazy, menjadi titik balik yang gagal dimanfaatkan.
- Shobeir membaca arah: Kiper Al Ahly itu menepis tendangan Messi ke pojok kanan bawah dengan tangan kiri.
- Gol Mohamed Salah menit 23: Gol cantik dari serangan balik cepat menjadi pembeda sepanjang laga.
- Statistik bersejarah: Ini kegagalan penalti pertama Messi di fase gugur Piala Dunia setelah sebelumnya sukses di 4 kesempatan.
- Mesir ke perempat final: The Pharaohs akan menghadapi pemenang laga Prancis vs Maroko, mengincar semifinal pertama sepanjang sejarah.
- Penguasaan bola timpang: Argentina 68% — Mesir 32%, namun efektivitas serangan balik Mesir terbukti mematikan.
- Reaksi global: Lebih dari 2,3 juta twit dalam 10 menit pertama pasca-laga, memecahkan rekor percakapan pertandingan Piala Dunia fase gugur.
Dengan kemenangan ini, Mesir mengulangi capaian 16 besar mereka di Piala Dunia 2022 dan kini melampauinya. Pelatih Hossam Hassan menyatakan bahwa skuatnya “belum selesai” dan menargetkan sejarah lebih besar. Sementara itu, Argentina harus pulang lebih awal—sebuah akhir yang tak terbayangkan bagi generasi emas yang baru dua tahun lalu mengangkat trofi.
Comments (0)