Messi Gol Penentu Argentina Singkirkan Mesir di 16 Besar

Lionel Messi sekali lagi membuktikan bahwa usianya yang menginjak 39 tahun bukan penghalang untuk tetap menjadi pembeda di panggung tertinggi sepak bola. D

Jul 08, 2026 - 03:54
0 0
Messi Gol Penentu Argentina Singkirkan Mesir di 16 Besar
Lionel Messi sekali lagi membuktikan bahwa usianya yang menginjak 39 tahun bukan penghalang untuk tetap menjadi pembeda di panggung tertinggi sepak bola. Dalam laga 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Mesir di MetLife Stadium, Rabu (8/7/2026) malam, kapten Argentina itu mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 melalui eksekusi brilian di menit ke-73. Gol tersebut memastikan Albiceleste melaju ke perempat final, menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia yang mereka rebut di Qatar empat tahun lalu. Babak pertama berjalan ketat dan minim peluang bersih. Mesir dengan disiplin tinggi menerapkan blok rendah yang membuat lini depan Argentina frustrasi. Messi sendiri nyaris membuka skor di menit ke-34 lewat tendangan bebas melengkung yang masih bisa ditepis kiper Mohamed El Shenawy. Hingga turun minum, skor kacamata bertahan di papan skor. Di babak kedua, Argentina meningkatkan intensitas. Pelatih Lionel Scaloni memasukkan Alejandro Garnacho yang langsung memberi energi baru di sisi kiri. Gol yang dinanti akhirnya lahir setelah Messi melakukan kombinasi satu-dua dengan Enzo Fernandez di dekat kotak penalti, melewati dua bek Mesir, lalu melepaskan tembakan rendah ke sudut kiri gawang. Suara gemuruh 82.000 penonton langsung memecah malam New Jersey. Dengan gol itu, Messi kini telah mengoleksi total 14 gol di sepanjang karier Piala Dunia miliknya, melampaui rekor Just Fontaine dan hanya tertinggal dua gol dari Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Argentina dengan penguasaan bola 62% dan 18 tembakan (8 tepat sasaran) berbanding 5 tembakan Mesir (hanya 1 on target). Meski begitu, Mesir nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan Mohamed Salah di menit 87 yang membentur mistar gawang Emiliano Martínez.

Analisis: Messi dan Seni Menghentikan Waktu

Melihat performa Messi malam itu ibarat menyaksikan jam biologis yang enggan berdetak normal. Di usia yang sudah sangat matang untuk ukuran pemain lapangan, ia masih mampu menghasilkan momen magis yang menentukan nasib sebuah timnas. "Lionel adalah fenomena yang melampaui logika performa atlet. Dalam tekanan setinggi ini, dengan fisik yang diawetkan luar biasa, ia masih bisa mengubah satu peluang menjadi gol yang mengakhiri pertandingan," ujar mantan gelandang timnas Argentina, Juan Sebastián Verón, dalam komentarnya untuk televisi lokal. Bila dibandingkan dengan edisi Piala Dunia sebelumnya, kontribusi gol Messi justru mengalami peningkatan. Di Piala Dunia 2022 ia mencetak 7 gol dalam 7 pertandingan (rata-rata 1,0 gol per laga), sementara di 2026 sejauh ini ia sudah membukukan 5 gol hanya dalam 4 laga (1,25 gol per pertandingan). Ini membuktikan bahwa meski mobilitas fisiknya berkurang, efisiensi dan insting predator Messi justru kian tajam. Berikut perbandingan metrik kunci Messi di dua edisi terakhir:
MetrikPiala Dunia 2022Piala Dunia 2026
Gol per 90 menit0,901,12
Konversi tembakan ke gol28%38%
Tembakan per laga3,42,9
Sentuhan di kotak penalti lawan6,14,8
Data hingga babak 16 besar 2026 Penurunan volume sentuhan dan tembakan menunjukkan pergeseran peran Messi menjadi lebih efisien dan oportunistik. Scaloni tampak cerdik menempatkan Messi sebagai ‘pemain situasional’ yang bebas bergerak di ruang antara lini tengah dan pertahanan lawan tanpa dibebani tugas bertahan konstan. Strategi ini menjaga kebugaran sang megabintang untuk tetap tajam di sepertiga akhir lapangan. Dampak psikologis kehadiran Messi juga tak bisa diabaikan. Setiap kali ia memegang bola, lini belakang Mesir terlihat panik dan sering meninggalkan posisi, menciptakan ruang bagi rekan-rekannya. "Anda tidak bisa benar-benar menghentikan Messi jika ia sudah berada di kotak penalti. Anda hanya berharap ia membuat kesalahan, tapi itu sangat jarang terjadi," kata Hossam Hassan, pelatih Mesir, dalam konferensi pers usai laga. Kemenangan ini membawa Argentina ke perempat final untuk menghadapi pemenang laga antara Belanda dan Meksiko. Dengan momentum dan rekam jejak Messi yang terus menanjak, mimpi La Albiceleste untuk mempertahankan trofi emas semakin nyata. Jika Messi bisa menjaga ritme ini, bukan tak mungkin ia akan melampaui rekor gol Klose tepat di turnamen yang mungkin menjadi Piala Dunia terakhirnya. Malam itu, di langit New Jersey, Messi menulis satu babak lagi kisah keabadiannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User