Sentilan Pedas Elite PDIP untuk AHY, Deddy Sitorus: Jangan Menghasut!

JAKARTA – Suhu politik nasional kembali memanas menyusul baku komentar antara dua tokoh partai besar. Kali ini, perseteruan verbal terjadi antara elite PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, dan Ketua Umum

Jul 07, 2026 - 23:58
0 0
Sentilan Pedas Elite PDIP untuk AHY, Deddy Sitorus: Jangan Menghasut!

JAKARTA – Suhu politik nasional kembali memanas menyusul baku komentar antara dua tokoh partai besar. Kali ini, perseteruan verbal terjadi antara elite PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ketegangan bermula dari pernyataan AHY yang menyentil sikap PDIP, yang kini berada di luar lingkaran pemerintahan, agar tetap menyampaikan kritik yang bersifat membangun demi kepentingan bangsa.

Menanggapi sindiran berbalut nasihat tersebut, Deddy Sitorus tak tinggal diam. Ia melontarkan serangan balik yang cukup pedas. Deddy meminta AHY untuk menahan diri dan tidak bersikap seolah-olah paling paham demokrasi. Menurut Deddy, permintaan AHY agar PDIP hanya melontarkan kritik konstruktif dianggapnya sebagai bentuk penghasutan dan pengingkaran terhadap dinamika oposisi yang sehat dalam bernegara.

Momen panas ini bermula dari pernyataan AHY di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (22/6). Kala itu, AHY menanggapi posisi politik PDIP yang memilih untuk tidak bergabung dalam koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan nada diplomatis, AHY menyatakan bahwa ia menghormati setiap keputusan partai politik, termasuk PDIP, karena Partai Demokrat sendiri pernah merasakan pahit getirnya menjadi oposisi selama satu dekade.

"Saya menghormati semua partai politik yang memiliki sikap dan pandangan tertentu. Semua punya agenda, semua punya kepentingan, tapi marilah kita meletakkan kepentingan bersama dan nasional kita di atas kepentingan partisan," ujar AHY seperti dikutip dari laporan media kami.

Namun, pernyataan tersebut tampaknya tidak sepenuhnya diterima dengan tangan terbuka oleh kubu Banteng. Deddy Sitorus menilai bahwa perkataan AHY mengandung makna terselubung yang mencoba mendikte bagaimana seharusnya PDIP bersikap sebagai partai oposisi. "Kami tidak butuh diajari bagaimana menjadi oposisi. PDIP sudah melewati berbagai zaman. Jadi, jangan menghasut publik seakan kami ini tidak nasionalis," tegas Deddy dalam sebuah kesempatan terpisah.

Lebih lanjut, Deddy menekankan bahwa berada di luar pemerintahan adalah pilihan politik yang sah dan merupakan bagian dari mekanisme "checks and balances" yang menjamin demokrasi tidak berjalan secara otoriter. Politikus asal Kalimantan Utara itu mengingatkan AHY untuk lebih fokus pada kinerjanya di kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran, alih-alih mengomentari rumah tangga partai lain.

Analis politik menilai bahwa saling sindir ini tidak hanya sekadar perbedaan pandangan politik, tetapi juga menunjukkan adanya rivalitas laten antara trah politik Soekarno dan Soeharto yang kini diwakili oleh generasi baru. Hingga berita ini diturunkan, suasana di parlemen masih terasa panas menjelang pembahasan agenda-agenda strategis nasional yang dijadwalkan bergulir dalam waktu dekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Lapangan. Reporter lapangan peristiwa terkini.

Comments (0)

User