Semangat Bung Karno Dinilai Tetap Relevan dalam Menjawab Tantangan Zaman

Peringatan Bulan Bung Karno tahun ini hadir sebagai refleksi mendalam di tengah derasnya arus digitalisasi dan ketidakpastian global. Kemajuan teknologi yang begitu pesat memang telah membuka banyak

Jul 08, 2026 - 18:26
0 0
Semangat Bung Karno Dinilai Tetap Relevan dalam Menjawab Tantangan Zaman

Peringatan Bulan Bung Karno tahun ini hadir sebagai refleksi mendalam di tengah derasnya arus digitalisasi dan ketidakpastian global. Kemajuan teknologi yang begitu pesat memang telah membuka banyak peluang, namun semata-mata mengandalkan kecerdasan digital dinilai tidak cukup untuk membawa bangsa melangkah maju. Generasi muda, sebagai ujung tombak perubahan, memerlukan fondasi karakter kebangsaan yang kokoh, semangat gotong royong yang tulus, serta keberanian untuk memimpikan hal-hal besar seperti yang selalu ditekankan oleh Proklamator RI, Soekarno atau Bung Karno.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, secara khusus menyoroti pentingnya internalisasi nilai-nilai Bung Karno di kalangan Generasi Z. Ia mengajak anak muda untuk tidak sekadar mengenal Bung Karno lewat kutipan-kutipan viral di media sosial, melainkan menyelami secara utuh pemikiran dan cita-cita besar sang pendiri bangsa. “Kita ingin generasi sekarang tidak hanya hafal kata-kata mutiara Bung Karno, tapi paham konteks perjuangannya. Mulai dari gagasan Trisakti, konsep berdikari, hingga bagaimana ia meletakkan dasar persatuan Indonesia yang majemuk,” tegas Kenneth kepada media kami, Selasa (30/6/2026).

"Bung Karno mengajarkan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil dari pengorbanan, keberanian, dan persatuan seluruh anak bangsa. Nilai-nilai itulah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus."

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Bulan Bung Karno yang rutin diperingati setiap Juni. Menurut Kenneth, di era disrupsi seperti sekarang, di mana batas-batas negara semakin cair dan kompetisi global semakin sengit, karakter nasional justru menjadi tameng yang membedakan Indonesia dari bangsa lain. Gotong royong dan solidaritas, misalnya, adalah modal sosial yang tidak bisa digantikan oleh algoritma atau kecerdasan buatan. “Kecerdasan digital itu penting, tapi ia hanya alat. Tanpa karakter, alat canggih hanya akan membuat kita semakin terasing dari jati diri sendiri,” imbuhnya.

Kenneth juga menyoroti bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dari masa perjuangan fisik. Jika dulu tantangannya adalah penjajahan, kini ancaman itu berupa krisis identitas, polarisasi di ruang digital, hingga ketergantungan pada teknologi asing. Dengan meneladani Bung Karno, anak muda diharapkan mampu membangun kemandirian berpikir dan tidak mudah terombang-ambing oleh arus informasi. “Berdikari secara digital, berdaulat secara budaya, dan berkepribadian dalam pergaulan global, itulah inti ajaran Bung Karno yang masih sangat relevan,” jelasnya.

Melalui momen Bulan Bung Karno, Kenneth berharap institusi pendidikan dan keluarga turut aktif menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara kontekstual dan tidak sekadar seremonial. Laporan ini disampaikan oleh tim Beritatercepat.com sebagai bagian dari komitmen kami untuk menyajikan informasi yang memperkuat wawasan kebangsaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Fact Checker. Memverifikasi klaim viral secara cepat dan akurat.

Comments (0)

User