Sep 02, 2026
breaking

Sekjen Golkar Puji Gus Kikin Usai Jadi Ketum PBNU

BARU SAJA — Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji secara resmi memberikan pujian dan dukungan penuh kepada KH Miftachul Akhyar serta Gus Kikin yang baru terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Na...

Sekjen Golkar Puji Gus Kikin Usai Jadi Ketum PBNU

BARU SAJA — Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji secara resmi memberikan pujian dan dukungan penuh kepada KH Miftachul Akhyar serta Gus Kikin yang baru terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2025–2030. Dalam pernyataan resminya, Sarmuji menyatakan optimisme bahwa duet kepemimpinan baru ini mampu merawat persatuan internal NU dan memperkuat kontribusi organisasi terhadap bangsa.

Pujian Langsung dari Sekjen Golkar

Muhammad Sarmuji, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, menyebut bahwa terpilihnya Gus Kikin — sapaan akrab KH Miftachul Akhyar — merupakan momentum kebangkitan NU. Ia menekankan pentingnya sinergi antara NU dan partai politik, khususnya Golkar, dalam menjaga stabilitas nasional.

  • Optimisme tinggi — Sarmuji yakin kepemimpinan baru akan membawa NU lebih moderat dan inklusif.
  • Dukungan politik — Golkar siap berkolaborasi dengan PBNU untuk program-program kerakyatan.
  • Harapan persatuan — Gus Kikin dinilai mampu merangkul semua kalangan di internal NU.

Proses Pemilihan Ketum PBNU

Pemilihan Ketua Umum PBNU berlangsung dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung, Minggu malam. Gus Kikin memperoleh suara terbanyak mengungguli kandidat lain seperti KH Yahya Cholil Staquf dan KH Said Aqil Siroj. Proses pemilihan berjalan ketat namun demokratis, dengan saksi dari berbagai pihak termasuk perwakilan pemerintah.

BREAKING: Hasil akhir menunjukkan Gus Kikin meraih 283 suara, unggul 47 suara dari pesaing terdekat. Keunggulan ini langsung dikonfirmasi oleh panitia muktamar dan disambut tepuk tangan meriah dari ribuan peserta.

Reaksi dan Analisis

Pujian dari Sekjen Golkar ini menjadi sinyal kuat bahwa hubungan antara partai beringin dengan NU akan semakin erat. Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Dr. Adi Prayitno, menilai pernyataan Sarmuji merupakan bentuk dukungan strategis menjelang Pemilu 2029.

  • Dukungan elektoral — NU memiliki basis massa terbesar di Indonesia, menjadi incaran partai politik.
  • Kontribusi sosial — Gus Kikin dikenal sebagai tokoh yang dekat dengan pesantren dan masyarakat akar rumput.
  • Stabilitas nasional — Persatuan NU diharapkan dapat meredam polarisasi politik.

Dalam wawancara eksklusif dengan media, Sarmuji menambahkan, "Kami percaya Gus Kikin dan KH Miftachul Akhyar akan membawa NU ke arah yang lebih baik. Golkar siap menjadi mitra dalam setiap program yang menyejahterakan umat."

Konteks Hubungan Golkar-NU

Golkar dan NU memiliki sejarah panjang dalam politik Indonesia. Sejak era Orde Baru, NU menjadi salah satu organisasi keagamaan yang sering berafiliasi dengan Golkar. Namun, hubungan sempat renggang pasca-Reformasi. Kini, dengan kepemimpinan baru di kedua institusi, peluang rekonsiliasi dan kerja sama kembali terbuka.

"Ini bukan sekadar dukungan politik, tapi juga komitmen kebangsaan," ujar Sarmuji. Ia menambahkan bahwa Golkar akan mendukung program-program NU di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial.

Profil Singkat Gus Kikin

KH Miftachul Akhyar, atau Gus Kikin, adalah pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda di Jawa Timur. Ia dikenal sebagai tokoh muda NU yang progresif dan dekat dengan generasi milenial. Sebelum menjadi Ketum PBNU, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PBNU dan aktif dalam berbagai forum internasional.

UPDATE: Beberapa jam setelah pengumuman, sejumlah tokoh nasional seperti Presiden dan Wakil Presiden juga memberikan ucapan selamat. Menteri Agama menyebut pemilihan ini sebagai contoh demokrasi yang sehat di internal organisasi keagamaan.

Harapan ke Depan

Dengan dukungan dari Golkar dan berbagai elemen masyarakat, Gus Kikin dihadapkan pada tugas besar: merawat persatuan NU yang sempat mengalami dinamika internal. Ia juga harus menjaga independensi NU sambil tetap membuka kerja sama dengan pemerintah dan partai politik.

"Kami optimis. NU akan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga Pancasila dan NKRI," pungkas Sarmuji. Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran bahwa NU akan terjebak dalam politik praktis.

Seiring dengan itu, para kiai dan pengurus NU di daerah mulai menyusun program kerja lima tahun ke depan. Fokus utama adalah penguatan ekonomi pesantren, digitalisasi pendidikan, dan advokasi hak-hak warga NU. Dukungan dari partai politik seperti Golkar diharapkan mempercepat realisasi program-program tersebut.

Dengan demikian, terpilihnya Gus Kikin bukan hanya kemenangan internal NU, tetapi juga menjadi titik temu antara kekuatan agama dan politik yang saling membutuhkan. Publik menanti langkah nyata dari duet kepemimpinan baru ini dalam waktu dekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User