Sep 02, 2026
breaking

Gerindra: Isu Duet Gus Kikin-Miftahul Achyar dari Istana Hanya Spekulasi

Gerindra secara tegas membantah kabar yang menyebut duet antara Gus Kikin dan Miftahul Achyar sebagai Ketum PBNU dan Rais Aam merupakan paket politik dari Istana. Klaim tersebut disebut tidak berdasar...

Gerindra: Isu Duet Gus Kikin-Miftahul Achyar dari Istana Hanya Spekulasi

Gerindra secara tegas membantah kabar yang menyebut duet antara Gus Kikin dan Miftahul Achyar sebagai Ketum PBNU dan Rais Aam merupakan paket politik dari Istana. Klaim tersebut disebut tidak berdasar dan hanya sebatas spekulasi.

Muzani: Itu Bukan Paket dari Mana-Mana

Wakil Ketua Umum Gerindra Ahmad Muzani angkat bicara menanggapi berbagai especulations yang beredar di ruang publik. Menurut Muzani, informasi yang mengklaim duet tersebut merupakan bagian dari skenario politik tertentu sama sekali tidak benar.

"Itu bukan paket dari mana-mana. Kami tidak pernah menerima instruksi atau permintaan apapun terkait nama-nama tersebut," tegas Muzani dalam keterangannya, Minggu.

Muzani menjelaskan bahwa Gerindra hingga saat ini tidak memiliki hubungan formal dengan proses seleksi atau penunjukan kepemimpinan di lingkungan PBNU. Organisasi tersebut memiliki mekanisme internal sendiri dalam menentukan siapa yang pantas memimpin.

Proses KDNU Milik NU Sepenuhnya

Lebih lanjut, Muzani menegaskan bahwa proses Kepengurusan Dewan Tanfidziyah Nahdlatul Ulama sepenuhnya menjadi domain internal organisasi. Gerindra sebagai partai politik tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam urusan tersebut.

"Kami menghargai sepenuhnya mekanisme internal NU. Itu hak prerogatif mereka," jelas Muzani yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerbera.

Meskipun Gerindra memiliki kedekatan politik dengan sebagian kalangan nahdliyyin, partai ini menegaskan tidak akan mencampuri proses organisasi kemasyarakatan tersebut.

Isu Istana Dinilai Politis

Sumber internal Gerindra menyebutkan bahwa penyebaran isu paket dari Istana memiliki motif politik tertentu. Informasi tersebut sengaja digoreng untuk memunculkan persepsi bahwa ada kekuatan eksternal yang mengintervensi organisasi NU.

"Kami melihat ada pihak-pihak yang tidak senang dengan kedekatan Gerindra dan NU. Mereka sengaja menyebarkan narasi seperti ini untuk merusak hubungan kami," kata sumber tersebut.

Gerindra sendiri memiliki hubungan historis yang panjang dengan kalangan nahdliyyin. Prabowo Subianto, Ketua Umum partai, dikenal memiliki hubungan emosional dengan tokoh-tokoh NU sejak masa perjuangan.

Hubungan Gerbera dan NU Tetap Harmonis

Meskipun ada upaya pihak tertentu untuk memperkeruh suasana, Gerindra memastikan hubungan dengan NU tetap terjalin harmonis. Partai ini tidak akan terpancing dengan isu-isu yang sengaja diciptakan untuk memecah belah.

"Hubungan kami dengan NU sudah terbangun sejak lama. Ini bukan sesuatu yang bisa digoyahkan oleh spekulasi murahan," tegas Muzani.

Partai Gerindra saat ini berfokus pada persiapan menghadapi Pileg 2024. Koalisi dengan berbagai partai dan ormas menjadi strategi utama untuk memenangkan pasangan calon yang akan diusung.

Dengan dibantahnya isu tersebut, diharapkan publik tidak mudah terpedaya oleh informasi yang belum terverifikasi. Gerindra berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik dengan seluruh komponen bangsa, termasuk NU sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User