Sebelum Tewas, Terduga Pencuri Ayam di Bali Titip Uang Sekolah Anak

Warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria berinisial KD yang sebelumnya dilaporkan hilang selama tiga hari. Pria yang diduga terlib...

Jul 28, 2026 - 02:28
0 0
Sebelum Tewas, Terduga Pencuri Ayam di Bali Titip Uang Sekolah Anak

Warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria berinisial KD yang sebelumnya dilaporkan hilang selama tiga hari. Pria yang diduga terlibat dalam aksi pencurian ayam ini meninggalkan kisah pilu: sebelum menghilang, ia sempat menyerahkan uang tunai sebesar Rp 2,7 juta untuk pembangunan gedung sekolah anaknya.

Kejadian ini bermula ketika KD tidak kembali ke rumahnya. Keluarga dan warga sekitar mulai merasa cemas setelah hari ketiga tanpa kabar. Upaya pencarian pun dilakukan, hingga akhirnya ditemukan kondisi yang tidak diharapkan. Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti kematian, namun dugaan sementara mengarah pada keterkaitan dengan perkara pencurian yang membelitnya.

Kronologi Hilangnya KD

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KD terakhir terlihat meninggalkan kediamannya pada awal pekan lalu. Ia tidak memberitahu tujuan kepergiannya. Setelah melewati batas waktu yang biasanya, keluarga langsung berinisiatif melapor ke perangkat desa setempat. Pencarian intensif dilakukan oleh warga dibantu pihak kepolisian sektor Banjar.

Tiga hari berselang, tepatnya pada 27 Juli 2026, jasad KD ditemukan di suatu lokasi yang tidak jauh dari pemukiman. Penemuan ini sontak mengundang simpati sekaligus tanda tanya dari masyarakat setempat.

Uang Sekolah di Tengah Kontroversi

Fakta yang paling menyita perhatian publik adalah tindakan KD yang sempat mengunjungi sekolah anaknya sebelum ia menghilang. Di sana, ia menyerahkan sejumlah uang senilai Rp 2.700.000 kepada pihak sekolah. Uang tersebut dimaksudkan sebagai sumbangan pembangunan gedung atau biaya pendidikan sang anak.

Sejumlah saksi mata di lingkungan sekolah membenarkan bahwa KD datang dengan tenang dan sempat berbincang singkat dengan guru. Tidak ada tanda-tanda bahwa ia sedang dalam tekanan atau ketakutan. Setelah menyerahkan uang, ia pamit dan melanjutkan perjalanan yang kemudian menjadi misteri.

Pihak sekolah mengaku terkejut saat mengetahui kabar duka tersebut. "Kami tidak menyangka bahwa itu adalah kunjungan terakhir beliau," ujar salah satu staf tata usaha sekolah yang enggan disebutkan namanya. Uang yang telah diterima akan tetap digunakan sesuai peruntukannya, namun tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi komunitas sekolah.

Teka-Teki di Balik Kematian

Kematian KD meninggalkan banyak pertanyaan. Warga Desa Sidatapa yang dikenal dengan tradisi gotong royong merasa kehilangan, meskipun almarhum sempat diterpa isu pencurian. Beberapa tetangga menyebut KD adalah sosok pekerja keras yang sangat menyayangi keluarganya. "Dia selalu berusaha memenuhi kebutuhan sekolah anaknya. Mungkin itu alasan dia nekad," ujar seorang tetangga dekat yang enggan dikorankan.

Kondisi keluarga KD kini menjadi perhatian serius. Istri dan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar harus menerima kenyataan pahit. Pemerintah desa setempat berencana memberikan pendampingan psikologis serta bantuan sosial bagi keluarga yang ditinggalkan.

Hingga berita ini diturunkan, jasad KD masih dalam proses autopsi untuk memastikan sebab kematian. Sementara itu, kasus pencurian ayam yang diduga melibatkan KD juga masih dalam penyelidikan kepolisian. Masyarakat berharap ada titik terang atas dua perkara yang saling berkelindan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User