Sean Gelael Rancang Strategi Basah Antisipasi Hujan di Interlagos

SAO PAULO — Sean Gelael telah merampungkan peta jalan taktis untuk mengantisipasi derasnya hujan yang diprediksi mengguyur Sirkuit Interlagos sepanjang akhir pekan. Keputusan diambil setelah tim men...

Jul 12, 2026 - 05:36
0 0
Sean Gelael Rancang Strategi Basah Antisipasi Hujan di Interlagos

SAO PAULO — Sean Gelael telah merampungkan peta jalan taktis untuk mengantisipasi derasnya hujan yang diprediksi mengguyur Sirkuit Interlagos sepanjang akhir pekan. Keputusan diambil setelah tim menyelesaikan analisis data cuaca dan simulasi balapan basah pada Rabu malam.

Pembalap berusia 28 tahun itu mengungkapkan bahwa fleksibilitas strategi menjadi kunci. "Kami menyiapkan beberapa skenario, dari lintasan basah ringan hingga genangan air yang memaksa safety car. Setiap mekanik sudah diberi instruksi detail," ujarnya.

Penyesuaian Mobil dan Rencana Pit

Mekanik Team WRT 32 melakukan penyesuaian pada suspensi dan sayap belakang untuk menambah downforce. Ban intermediate dan full wet telah dipesan dalam jumlah lebih. Rencana pit stop dirancang lebih fleksibel dengan kemungkinan pergantian ban di luar jadwal normal.

Data meteorologi menunjukkan peluang hujan 80% pada Sabtu pagi dengan intensitas sedang hingga lebat. Interlagos dikenal memiliki sistem drainase yang kurang optimal, sehingga genangan air bisa tiba-tiba muncul di tikungan Senna S dan Mergulho.

Fakta Cepat dan Target Poin

  • Balapan: 6 Hours of Sao Paulo, putaran keempat FIA WEC 2025.
  • Sesi start: Sabtu, 11:00 waktu setempat (pukul 22:00 WIB).
  • Target tim: Finis lima besar untuk menjaga posisi di klasemen LMGT3.
  • Strategi basah: Mode power mesin dikurangi 5% untuk menghindari wheelspin, tekanan ban diturunkan 0,3 bar.
  • Keselamatan: Tim siaga dengan prosedur evakuasi cepat jika terjadi red flag.

Sean Gelael sendiri menegaskan bahwa ia tidak akan mengambil risiko berlebihan. "Poin lebih penting daripada kemenangan tunggal. Kami akan membaca balapan dengan kepala dingin," tegasnya. Pengalaman tahun lalu saat balapan di Fuji yang diguyur hujan menjadi bekal berharga.

Pada sesi kualifikasi Kamis, Sean mencatat waktu 1:32.4 yang menempatkannya di posisi ke-8 grid. Namun, dengan potensi hujan, posisi start dianggap kurang relevan karena kondisi lintasan akan sangat menentukan.

Manajer Tim WRT, Vincent Vosse, menyebut skenario terburuk adalah hujan lebat yang berlangsung lebih dari dua jam. "Kami sudah menyimulasikan kondisi ekstrem di simulator dan Sean menunjukkan feedback yang presisi," katanya.

Interlagos sendiri belum pernah diguyur hujan deras sepanjang akhir pekan WEC. Namun, catatan balapan Formula 1 di sirkuit ini yang sering menghadapi cuaca tak menentu menjadi acuan bagi tim.

Sean akan berbagi kemudi dengan dua pembalap internasional dalam format relay. Giliran pertama direncanakan untuknya, dengan fokus menjaga posisi di tengah kemungkinan hujan yang turun sejak lap-lap awal.

Dari sisi teknis, tim menyiapkan dua set mobil dengan pengaturan berbeda untuk kondisi kering dan basah, yang bisa diaktifkan melalui switch di kokpit. Ini memungkinkan adaptasi cepat jika hujan tiba-tiba turun di tengah stint.

Zona paling rawan tergenang adalah tikungan Senna S, Laranjinha, dan Mergulho. Genangan air bisa menyebabkan aquaplaning. Tim memasang sensor telemetri tambahan untuk mendeteksi kondisi grip secara real-time.

Bagi para penggemar di Indonesia, siaran langsung dapat disaksikan melalui platform streaming resmi WEC mulai pukul 22.00 WIB. Pantau terus perkembangan hanya di detik ini juga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User