SAMPANG – PLN Gercep Perbaiki Gangguan Listrik Rabesen Usai Laporan Warga
SAMPANG – Pemadaman listrik yang sempat membuat warga Dusun Rabesen, Desa Gulbung, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, resah, kini berhasil diatasi. Tim
Hari Selasa, 15 Juli 2025, menjadi hari yang menyebalkan bagi puluhan kepala keluarga di Dusun Rabesen. Pagi-pagi, aliran listrik tiba-tiba padam tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Warga yang mengandalkan pompa air untuk menyiram tanaman tembakau – komoditas utama daerah itu – langsung panik.
Kronologi: Dari Laporan Hingga Perbaikan
Detail kejadian terangkum dalam urutan yang memperlihatkan betapa sigapnya petugas di lapangan:
- Pukul 07.15 WIB – Listrik di Dusun Rabesen dilaporkan padam total. Warga mencoba menghubungi nomor pengaduan PLN.
- Pukul 07.22 WIB – Laporan resmi diterima oleh PLN ULP Ketapang melalui aplikasi PLN Mobile. Sistem langsung mengirimkan tiket darurat ke tim pelayanan teknik.
- Pukul 07.45 WIB – Tim yang terdiri dari tiga teknisi senior tiba di lokasi menggunakan satu unit mobil pelayanan teknik.
- Pukul 07.50 WIB – Pengecekan segera dilakukan. Petugas menemukan titik gangguan pada jaringan tegangan rendah (JTR) di tiang nomor BR-17, tepat di belakang balai desa.
- Pukul 08.10 WIB – Pekerjaan perbaikan dimulai: mengganti konektor aluminium yang terbakar serta mengamankan isolator retak.
- Pukul 09.30 WIB – Proses selesai, listrik kembali menyala di seluruh dusun.
Penyebab Gangguan: Cuaca dan Beban Lebih
Berdasarkan hasil investigasi teknis di lapangan, ada dua faktor yang memicu padamnya listrik:
- Faktor cuaca ekstrem: Hujan deras disertai angin kencang pada Senin malam (14/7) menyebabkan gesekan antar kabel yang merusak isolator.
- Lonjakan beban: Saat listrik kembali menyala pagi harinya, seluruh pompa air di dusun itu serempak dinyalakan, memicu beban berlebih yang membakar konektor JTR.
Dampak Nyata di Tengah Musim Tanam
Pemadaman selama lebih dari dua jam itu bukan sekadar gelap. Di musim kemarau, ratusan hektar lahan tembakau di Gulbung sedang dalam fase pertumbuhan kritis yang butuh pengairan rutin. Tanpa listrik, pompa air mati total. "Kalau terlambat siram, daun bisa gosong dan harga jual turun drastis," keluh Mukhlis (42), petani tembakau setempat. Kerugian potensial sempat diperkirakan warga mencapai Rp5 juta per hari bila pemadaman berlanjut.
Respons Kilat PLN: Tanpa Tunggu Viral
Manager PLN ULP Ketapang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa respon cepat ini adalah standar operasional. "Kami tidak perlu menunggu laporan viral di media sosial. Setiap tiket yang masuk melalui aplikasi PLN Mobile langsung kami petakan tingkat urgensinya. Untuk kasus padam massal, SLA perbaikan maksimal 2 jam," jelasnya saat dihubungi. Ia juga memastikan bahwa tidak ada pemadaman bergilir yang direncanakan di wilayah Sampang selama musim kemarau ini.
Apresiasi dan Harapan Warga
Kesigapan tersebut mendapat acungan jempol. Kepala Dusun Rabesen, Sukrianto, mengaku kagum karena tim PLN sudah tiba sebelum ia sempat menghubungi call center resmi. "Laporan warga lewat aplikasi langsung direspon. Saya lihat sendiri petugas bekerja cepat. Belum sampai 2 jam, listrik sudah nyala lagi. Ini pelayanan yang kami butuhkan," ujarnya.
Senada, komunitas tani tembakau setempat berharap pola respons same day service ini tetap dijaga, terutama saat puncak musim tanam di mana listrik adalah nadi utama produksi. Mereka juga mengusulkan agar PLN rutin melakukan pemeliharaan preventif di jalur-jalur rawan sebelum cuaca ekstrem tiba.
Dengan langkah sigap ini, PLN menunjukkan bahwa transformasi layanan digital mereka bukan sekadar slogan. Sistem pengaduan terintegrasi, armada teknik yang siaga 24 jam, dan budaya kerja tepat waktu menjadi kunci yang membuat warga Dusun Rabesen bisa kembali tersenyum pagi itu.
Comments (0)