BARU SAJA — Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni angkat bicara soal penggagalan penyelundupan 1,3 ton ketamin oleh aparat. Ia menyebut temuan barang bukti sebesar itu sebagai sesuatu yang mengerikan. Apresiasi tinggi dilontarkan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri yang bekerja keras membongkar jaringan tersebut.
Pernyataan tegas itu disampaikan Sahroni sebagai respons atas keberhasilan operasi penindakan narkoba berskala raksasa. Menurut dia, tangkapan sebesar ini bukan perkara biasa. Ada jutaan nyawa generasi muda yang berhasil diselamatkan dari ancaman penyalahgunaan zat berbahaya.
Apresiasi Setinggi-tingginya untuk Aparat
Sahroni menilai keberhasilan penggagalan penyelundupan ini menjadi bukti nyata bahwa aparat penegak hukum bekerja serius memberantas peredaran gelap narkotika. Koordinasi antara BNN dan kepolisian dinilai berjalan efektif. Kerja intelijen yang rapi disebut menjadi kunci terbongkarnya upaya memasukkan barang haram itu ke wilayah Indonesia.
Ia meminta momentum ini tidak berhenti sebatas penangkapan. Pengembangan kasus harus terus dilakukan sampai ke akar jaringan. Para bandar besar yang bersembunyi di balik layar, tegasnya, wajib diseret ke hadapan hukum. Tidak boleh ada ruang aman bagi siapa pun yang bermain di bisnis narkoba.
Angka 1,3 Ton yang Mengerikan
Angka 1,3 ton atau setara 1.300 kilogram ketamin bukan jumlah main-main. Sahroni menggambarkan betapa besar potensi kerusakan yang bisa ditimbulkan bila barang sebanyak itu lolos dan beredar di masyarakat. Ketamin yang disalahgunakan dapat merusak sistem saraf, memicu ketergantungan, hingga menghancurkan masa depan penggunanya.
Kata mengerikan dipilihnya bukan tanpa alasan. Bayangkan berapa juta anak muda yang bisa menjadi korban bila pasokan sebesar itu menyebar ke berbagai daerah. Karena itu, ia menilai penggagalan ini layak disebut sebagai penyelamatan generasi bangsa secara massal.
Dorongan Larangan Vape untuk Lindungi Anak Muda
Di tengah apresiasinya, Sahroni mengangkat isu lain yang tak kalah penting: bahaya rokok elektrik alias vape. Ia mendorong pemerintah mengkaji serius pelarangan vape di Tanah Air. Alasannya jelas. Perangkat itu dinilai berpotensi menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan anak-anak muda.
Kekhawatiran itu bukan isapan jempol. Cairan vape diketahui bisa dimodifikasi dan dicampuri zat-zat berbahaya, termasuk turunan narkotika. Modus semacam ini dinilai sangat berbahaya karena menyasar anak muda lewat gaya hidup yang tampak kekinian. Tanpa pengawasan ketat, vape bisa berubah menjadi alat perusak generasi.
Sahroni menegaskan perlindungan terhadap generasi muda harus menjadi prioritas negara. Kebijakan yang tegas diperlukan agar anak-anak bangsa tidak terjebak lebih dulu pada kecanduan, sebelum kemudian terseret ke penyalahgunaan zat yang lebih berat.
Komitmen Komisi III DPR
Sebagai pimpinan Komisi III yang membidangi hukum, Sahroni memastikan lembaganya akan terus mengawal pemberantasan narkotika. Dukungan terhadap BNN dan Polri akan diperkuat, baik dari sisi pengawasan maupun kebijakan. Ia juga mendorong evaluasi menyeluruh atas celah-celah masuknya narkoba ke Indonesia.
Pengawasan di jalur-jalur tikus dan pintu masuk wilayah perairan dinilai perlu ditingkatkan. Indonesia yang memiliki garis pantai panjang kerap menjadi sasaran empuk kartel narkoba internasional. Karena itu, penguatan teknologi deteksi dan penambahan personel di titik rawan menjadi kebutuhan mendesak.
Sahroni menutup pernyataannya dengan pesan tegas. Perang melawan narkoba adalah perang bersama seluruh elemen bangsa. Aparat sudah menunjukkan kinerja gemilang. Kini giliran semua pihak, dari pemerintah, legislatif, hingga masyarakat, bahu-membahu memastikan generasi muda Indonesia bebas dari cengkeraman barang haram tersebut.
Comments (0)