Rusia dan Ukraina Saling Serang, 7 Orang Tewas
Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina kembali memakan korban. Berdasarkan laporan yang diterima media kami dari kantor berita AFP, Minggu (21/6/2026), sedikitnya tujuh orang tewas akibat saling
Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina kembali memakan korban. Berdasarkan laporan yang diterima media kami dari kantor berita AFP, Minggu (21/6/2026), sedikitnya tujuh orang tewas akibat saling serang yang terjadi di wilayah timur Ukraina dan di Krimea. Serangan Rusia menewaskan tiga orang di wilayah Dnipropetrovsk dan Poltava, sementara serangan balik Ukraina menewaskan empat orang di Semenanjung Krimea. Kedua pihak terus meningkatkan intensitas serangan dalam beberapa pekan terakhir, seiring dengan mandeknya upaya mediasi yang dipimpin Amerika Serikat.
Serangan Rusia di Dnipropetrovsk dan Poltava
Kepala administrasi militer regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, melalui saluran Telegram resminya mengonfirmasi bahwa satu warga sipil tewas dan sembilan lainnya terluka dalam serangan yang menyasar tiga distrik di wilayahnya. Ganzha tidak merinci jenis serangan, namun sumber keamanan setempat menyebutkan serangan itu melibatkan rudal dan pesawat nirawak. Sementara itu, dua korban jiwa lainnya dilaporkan berasal dari wilayah Poltava, yang juga menjadi sasaran rentetan serangan Rusia pada hari yang sama. Rumah sakit di kedua wilayah tengah bekerja keras menangani para korban luka, sebagian di antaranya mengalami kondisi kritis.
Serangan Ukraina di Krimea
Di sisi lain, otoritas yang ditunjuk Rusia di Krimea melaporkan bahwa serangan Ukraina menargetkan sejumlah fasilitas militer dan permukiman di bagian utara semenanjung itu, menewaskan empat orang. Krimea, yang secara sepihak dianeksasi oleh Moskow pada 2014, memang kerap menjadi sasaran serangan balik Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Militer Ukraina belum memberikan pernyataan resmi, tetapi sejumlah kanal informasi yang dekat dengan intelijen Kyiv mengisyaratkan bahwa serangan ini merupakan bagian dari kampanye untuk melemahkan jalur logistik Rusia di kawasan Laut Hitam.
Eskalasi dan Macetnya Perundingan
Moskow dan Kyiv sama-sama meningkatkan serangan udara dan darat dalam beberapa pekan terakhir, membalikkan momentum gencatan senjata parsial yang sempat diupayakan. Sementara itu, perundingan yang difasilitasi oleh Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung sejak Februari 2022 itu tetap menemui jalan buntu. Sejumlah pihak mendesak dilakukannya jeda kemanusiaan untuk memungkinkan evakuasi warga sipil dari area terdampak. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Rusia maupun Ukraina terkait insiden teranyar yang kembali memakan korban jiwa itu.
Comments (0)