Rob Surabaya Lumpuhkan Belajar, Sekolah Terendam hingga Pertengahan Juli

BREAKING — Banjir pesisir kembali melumpuhkan aktivitas warga Surabaya. Kali ini, rob merangsek masuk ke ruang kelas SD Yayasan Karya Putra, memaksa kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara.Ge...

Jul 16, 2026 - 10:40
0 0
Rob Surabaya Lumpuhkan Belajar, Sekolah Terendam hingga Pertengahan Juli

BREAKING — Banjir pesisir kembali melumpuhkan aktivitas warga Surabaya. Kali ini, rob merangsek masuk ke ruang kelas SD Yayasan Karya Putra, memaksa kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara.

Genangan air laut pasang mulai memasuki area sekolah sejak dini hari tadi. Hingga siang, ketinggian air di sejumlah titik mencapai lutut orang dewasa. Siswa yang sudah tiba terpaksa dipulangkan lebih awal setelah guru menilai kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan pelajaran.

Kepala sekolah setempat menyatakan ini adalah rob terparah yang melanda lingkungan sekolah dalam dua tahun terakhir. "Biasanya air hanya menggenang di halaman, tapi kali ini benar-benar masuk ke kelas," ujarnya singkat saat dihubungi. Seluruh perabot kelas, termasuk meja dan lemari buku, kini dalam proses pengangkatan ke tempat yang lebih tinggi.

Sekolah Lumpuh, Siswa Dipulangkan

Pantauan di lokasi menunjukkan halaman sekolah berubah menjadi kolam keruh. Bangku-bangku panjang yang biasanya dipakai siswa berbaris rapi kini terapung di sudut koridor. Sejumlah guru tampak sibuk menyelamatkan dokumen administrasi dan alat peraga pendidikan yang rentan rusak terkena air asin.

"Anak-anak sudah kami suruh pulang. Kasihan mereka harus belajar dalam kondisi begini," kata seorang guru sambil mengangkat kardus berisi buku paket. Ia menambahkan, beberapa orang tua murid ikut membantu evakuasi dengan gerobak dorong untuk mengangkut barang-barang sekolah.

Proses belajar daring pun belum bisa langsung diaktifkan karena sejumlah perangkat elektronik tersimpan di ruang guru yang juga terendam. Pihak sekolah kini mengupayakan peminjaman laptop dari dinas pendidikan untuk melanjutkan pembelajaran jarak jauh selama masa tanggap darurat.

Dampak Diprediksi Berlangsung hingga 17 Juli

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi dan potensi rob susulan. Fase bulan purnama yang terjadi pada pekan ini diperkirakan menambah tinggi pasang maksimum hingga 10—20 sentimeter di atas normal.

Banjir rob diprediksi masih akan menggenangi pesisir Surabaya setidaknya hingga 17 Juli mendatang. Wilayah-wilayah rawan seperti Kenjeran, Bulak, dan kawasan pesisir utara lainnya diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau untuk mengamankan barang elektronik dan dokumen penting dari jangkauan air.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menyampaikan bahwa sejumlah pompa portabel telah disiagakan di titik-titik genangan. "Kami terus memantau kondisi di lapangan. Tim reaksi cepat sudah diterjunkan untuk membantu evakuasi dan pendataan kerusakan," tegasnya.

Pantauan tim di lapangan juga menunjukkan beberapa rumah warga di sekitar sekolah ikut terendam. Seorang warga RT 04 RW 02 mengaku sudah tiga hari tidak bisa tidur nyenyak karena air selalu naik pada malam hari. "Tiap malam kami berjaga bergantian. Begitu air naik, langsung angkat kasur dan barang," tuturnya.

Pemkot Siapkan Solusi Jangka Panjang

Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan tengah mengkaji pembangunan tanggul laut di sepanjang pesisir yang terdampak paling parah. Proyek ini disebut-sebut akan masuk dalam prioritas anggaran perubahan tahun ini.

Kepala Dinas terkait mengungkapkan bahwa kajian teknis sudah rampung dan tinggal menunggu persetujuan dewan. "Kita tidak bisa hanya mengandalkan pompa. Perlu ada struktur permanen yang melindungi permukiman dan fasilitas publik dari rob," jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, genangan di lingkungan SD Yayasan Karya Putra masih belum surut sepenuhnya. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu penyedotan air menggunakan mesin pompa berkapasitas tinggi. Para guru berharap kegiatan belajar tatap muka bisa kembali normal begitu air benar-benar surut dan kelas selesai dibersihkan dari lumpur sisa rob.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User