Monday, 24 August 2026 | 08:11 WIB

Ribuan Mahasiswa Unsoed Demo Tuntut Rektor Mundur

BREAKING — Ribuan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar demonstrasi besar-besaran di depan gedung rektorat, Minggu (23/8). Massa menuntut Rektor segera meletakkan jabatan. Aksi...

Aug 24, 2026 - 00:35
0 0
Ribuan Mahasiswa Unsoed Demo Tuntut Rektor Mundur

BREAKING — Ribuan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar demonstrasi besar-besaran di depan gedung rektorat, Minggu (23/8). Massa menuntut Rektor segera meletakkan jabatan. Aksi berlangsung sejak pagi hari dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda hingga siang.

Pantauan di lokasi menunjukkan ribuan mahasiswa memadati halaman depan kampus. Mereka datang dari berbagai fakultas. Beragam atribut aksi terlihat jelas, mulai dari spanduk, poster, hingga pengeras suara. Suasana aksi berlangsung ramai namun tetap damai.

Para orator menyampaikan pidato secara bergantian dari atas mobil komando. Tuntutan disuarakan dengan lantang dan disambut teriakan massa. Mahasiswa menegaskan aksi ini adalah bentuk kekecewaan yang sudah lama terpendam.

Aksi ini merupakan puncak dari serangkaian protes yang berlangsung dalam sepekan terakhir. Ketegangan meningkat setelah tuntutan awal tidak kunjung direspons secara memuaskan. KONFIRMASI dari koordinator aksi menyebutkan massa akan bertahan hingga seluruh tuntutan dipenuhi.

Tuntutan Mahasiswa

Tuntutan utama mahasiswa adalah mundurnya Rektor dari jabatannya. Selain itu, massa mendesak pembenahan tata kelola kampus secara menyeluruh. Transparansi penggunaan anggaran universitas juga masuk dalam daftar tuntutan yang disuarakan.

Para demonstran menilai sejumlah kebijakan pimpinan kampus belakangan ini merugikan sivitas akademika. Keputusan penting dianggap diambil tanpa melibatkan mahasiswa. Kondisi itu memicu kekecewaan yang meluas di kalangan mahasiswa.

Mahasiswa juga meminta evaluasi total terhadap kebijakan akademik yang dinilai kontroversial. Sejumlah program kampus dianggap berjalan tanpa kajian yang matang. Seluruh tuntutan disusun dalam poin-poin resmi yang dibacakan langsung di depan rektorat.

Situasi di Lokasi Aksi

Situasi di lokasi aksi dilaporkan berlangsung kondusif. Petugas keamanan kampus terlihat berjaga di sejumlah titik. Aparat kepolisian juga dikerahkan untuk mengamankan jalannya demonstrasi sejak pagi.

Lalu lintas di sekitar kampus sempat tersendat akibat aksi tersebut. Petugas mengatur arus kendaraan agar tetap berjalan lancar. Belum ada laporan mengenai kericuhan atau tindakan anarkis di lokasi.

Pos kesehatan darurat didirikan oleh panitia aksi. Hal itu untuk mengantisipasi kelelahan massa selama berorasi. Saksi mata di lokasi menyebut aksi berjalan tertib dan terorganisasi dengan baik.

Respons Rektorat

Hingga berita ini ditulis, pihak rektorat belum mengeluarkan pernyataan resmi. Sejumlah pejabat kampus dikabarkan menggelar rapat internal. Rektor disebut tengah mempertimbangkan langkah yang akan diambil.

Juru bicara kampus belum dapat dimintai keterangan. Tim humas hanya menyatakan akan menyampaikan perkembangan dalam waktu dekat. Mahasiswa menuntut jawaban konkret, bukan sekadar pernyataan normatif.

Desakan untuk menemui langsung pimpinan kampus telah disampaikan oleh massa. Sejauh ini pertemuan resmi belum terjadi. Massa menyatakan siap menunggu selama yang diperlukan.

Latar Belakang Aksi

Aksi kali ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan terhadap kepemimpinan Rektor. Sejumlah kebijakan dianggap tidak berpihak pada kepentingan akademik. Protes pertama kali muncul beberapa pekan lalu melalui petisi daring.

Petisi tersebut mendapatkan dukungan luas dari mahasiswa. Ribuan tanda tangan berhasil dikumpulkan dalam waktu singkat. Setelah petisi tidak membuahkan hasil, turun ke jalan menjadi pilihan terakhir.

Mahasiswa menegaskan aksi berlangsung damai. Mereka berjanji menjaga ketertiban selama menyuarakan aspirasi. Koordinator memastikan tidak ada niat untuk merusak fasilitas kampus.

Perkembangan Terbaru

Sampai berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan rektorat. Para orator terus menyuarakan tuntutan secara bergantian. Evakuasi atau pembubaran paksa belum terjadi hingga saat ini.

Pihak kampus diminta segera merespons tuntutan mahasiswa secara serius. Semakin lama respons ditunda, semakin besar potensi eskalasi. Semua pihak diharapkan menahan diri demi ketertiban bersama.

Mahasiswa mengancam akan menggelar aksi lanjutan yang lebih besar. Hal itu berlaku jika tuntutan kembali diabaikan oleh pimpinan kampus. Perkembangan terbaru akan terus diupdate seiring berjalannya waktu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User