PALU – Aparat kepolisian mengonfirmasi sedang memburu seorang rekan kerja yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di Kota Palu. Identitas terduga pelaku telah dikantongi, namun polisi belum mempublikasikan nama untuk kepentingan penyelidikan.
Kasus ini menggemparkan warga setelah jasad satu keluarga ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kediaman mereka pada Senin dini hari. Korban terdiri dari pasangan suami istri dan dua anak mereka yang masih berusia belia. Temuan ini sontak memicu penyelidikan intensif dari Tim Reserse Mobile (Resmob) Polda Sulawesi Tengah.
Petunjuk dari Lingkaran Terdekat
Kapolda Sulteng dalam konferensi pers singkat menyampaikan bahwa penyidik telah memeriksa lebih dari 10 saksi, termasuk tetangga dan rekan seprofesi. Olah tempat kejadian perkara (TKP) mengungkap sejumlah barang bukti krusial, seperti sidik jari dan jejak digital yang mengarah pada satu nama. "Hasil identifikasi mengerucut pada seorang rekan kerja korban. Saat ini, statusnya sudah kami naikkan menjadi tersangka," ujar Kapolda melalui sambungan telepon.
Menurut sumber di kepolisian, hubungan antara korban dan pelaku sudah diketahui tidak harmonis dalam beberapa bulan terakhir. Dugaan motif mencakup perselisihan utang, kecemburuan sosial, hingga konflik pekerjaan yang berlarut-larut. Namun, polisi menolak membeberkan secara detail demi kelancaran pengejaran.
Perburuan Meluas
Polda Sulteng membentuk tim khusus yang melibatkan Satuan Brimob dan intelijen. Pelaku diyakini masih berada di sekitar wilayah Sulawesi Tengah, meskipun kemungkinan melarikan diri ke luar provinsi tetap terbuka. "Kami telah mengantongi fotonya. Masyarakat dimohon membantu memberikan informasi," imbau Kabid Humas Polda Sulteng.
Pos pemeriksaan darurat didirikan di jalur Trans Sulawesi, pelabuhan penyeberangan, dan terminal bus. Polisi juga mengawasi bandara serta pelabuhan kecil yang rawan digunakan untuk pelarian ilegal. Kepala Imigrasi setempat menyatakan siap berkoordinasi mencegah pelaku kabur ke luar negeri.
Respons Publik dan Trauma
Warga Kota Palu mengaku syok dan ketakutan, khususnya di lingkungan tempat tinggal korban. Aparat kelurahan bersama tokoh masyarakat menggelar ronda wajib setiap malam sebagai langkah preventif. "Kami tidak menyangka tetangga yang dikenal baik bisa mengalami kejadian sekejam ini," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Rasa waspada warga meningkat, terutama terhadap orang asing yang masuk ke pemukiman.
Lembaga perlindungan anak dan psikolog dari RSUD setempat dikerahkan untuk menangani trauma saksi, terutama anak-anak yang masih berstatus tetangga korban. Dinas Sosial berkoordinasi menyediakan tempat aman bagi keluarga yang merasa terancam.
Komitmen Penuntasan
Pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dan penganiayaan berat yang berujung kematian, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau pidana mati. Polda Sulteng menegaskan bahwa pengejaran akan menjadi prioritas utama hingga tersangka tertangkap. "Kami pastikan kasus ini tidak akan menguap begitu saja. Seluruh sumber daya dikerahkan," tegas Kapolda.
Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi yang dapat memperkeruh situasi atau membahayakan operasi lapangan. Koordinasi langsung dengan call center kepolisian tersedia 24 jam untuk menerima laporan.
Comments (0)