Aug 26, 2026
breaking

Kritik Dedi Mulyadi: Minim CCTV di Lokasi Satpam Jatiluhur Tewas

BARU SAJA — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melayangkan kecaman keras terhadap manajemen Perum Jasa Tirta II. Kecaman ini muncul setelah seorang petugas keamanan (satpam) Bendungan Jatiluhur ditemu...

Kritik Dedi Mulyadi: Minim CCTV di Lokasi Satpam Jatiluhur Tewas

BARU SAJA — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melayangkan kecaman keras terhadap manajemen Perum Jasa Tirta II. Kecaman ini muncul setelah seorang petugas keamanan (satpam) Bendungan Jatiluhur ditemukan tewas dengan kondisi tangan terborgol.

Ketiadaan Pengawasan di Aset Vital

Dedi Mulyadi mengaku heran karena di lokasi tempat satpam itu diduga ditenggelamkan tidak terdapat satu pun kamera pemantau (CCTV). Padahal, Bendungan Jatiluhur merupakan infrastruktur strategis nasional yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Ini sangat aneh. Masa kawasan sepenting itu tidak dipantau CCTV?” ujar Dedi dengan nada tinggi. Ia menekankan bahwa minimnya alat pengawasan adalah bentuk kelalaian serius yang tidak bisa ditoleransi.

Desakan Investigasi Menyeluruh

Gubernur yang akrab disapa KDM itu mendesak pihak kepolisian dan manajemen waduk untuk melakukan investigasi tuntas. Ia juga meminta agar seluruh titik rawan segera dipasangi sistem keamanan terintegrasi.

  • Satpam ditemukan tewas mengenaskan dengan tangan terborgol di area waduk.
  • Dedi Mulyadi soroti ketiadaan CCTV di sekitar lokasi kejadian.
  • Perum Jasa Tirta II sebagai pengelola diminta bertanggung jawab.
  • Evaluasi total sistem keamanan di seluruh bendungan Jatiluhur.

Kejadian nahas ini menambah daftar panjang insiden di kawasan waduk yang dinilai rawan. Warga sekitar pun resah. Sejumlah saksi mata mengaku kerap melihat aktivitas mencurigakan di malam hari. Namun, laporan mereka kerap tidak ditindaklanjuti karena minimnya bukti rekaman.

Sumber di kepolisian mengungkapkan, korban ditemukan mengambang di perairan waduk pagi buta. Tangan terborgol ke depan menjadi petunjuk kuat adanya unsur pidana. Investigasi awal menemukan tidak ada kamera di radius 500 meter dari tempat kejadian.

“Kami kesulitan mengungkap karena nihilnya bukti visual,” ujar seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya.

Tanggung Jawab Pengelola Dipertanyakan

Dedi Mulyadi menegaskan, Perum Jasa Tirta II tidak bisa lagi berlindung di balik alasan keterbatasan anggaran. Ia mengancam akan mengambil langkah tegas jika pengelolaan keamanan tidak segera dibenahi. “Ini bukan soal uang, ini soal nyawa manusia,” tegasnya.

Pasca kejadian, tim gabungan dari kepolisian dan TNI memperketat penjagaan di sekitar waduk. Namun, publik menanti aksi konkret pengelola untuk memastikan insiden serupa tidak terulang. Pemasangan CCTV di seluruh titik vital Waduk Jatiluhur menjadi tuntutan mendesak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Perum Jasa Tirta II belum memberikan pernyataan resmi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User