Rangkaian Lomba Kreatif Jadi Ruang Kolaborasi Polri dan Publik
Jakarta – Menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Divisi Humas (Divhumas) Polri menghadirkan inisiatif segar dengan menggelar serangkaian lomba kreatif yang menyasar partisipasi luas masyaraka
Jakarta – Menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Divisi Humas (Divhumas) Polri menghadirkan inisiatif segar dengan menggelar serangkaian lomba kreatif yang menyasar partisipasi luas masyarakat. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi wahana bagi publik untuk menyalurkan aspirasi, kritik konstruktif, serta cerita reflektif tentang pengalaman mereka bersama anggota kepolisian.
Berdasarkan laporan yang diterima media kami, lomba ini terbuka untuk berbagai kalangan tanpa batasan usia atau profesi. Panitia memberikan keleluasaan bagi peserta untuk mengekspresikan gagasan melalui aneka bentuk karya, mulai dari tulisan, fotografi, video pendek, hingga desain grafis. Semua itu bermuara pada satu tema besar: kedekatan dan pengabdian Polri dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Melalui lomba ini, kami ingin mengajak masyarakat ikut menyuarakan semangat Polri Untuk Masyarakat. Karya-karya kreatif ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang positif antara Polri dan publik,” ujar Kabag Produk Kreatif Divhumas Polri, Kombes Dwi Sulistyawan, dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Lebih dari Sekadar Lomba, Membangun Kedekatan Emosional
Kombes Dwi Sulistyawan menekankan bahwa lomba ini sengaja dikemas secara inklusif agar mampu menangkap potret autentik relasi Polri dengan rakyat. Divhumas tidak hanya mencari karya dengan nilai estetika tinggi, tetapi juga narasi jujur yang bisa merepresentasikan dinamika interaksi antara petugas di lapangan dan warga yang mereka layani.
“Kami menyadari bahwa kritik dan harapan yang disampaikan masyarakat adalah bagian penting dari proses perbaikan institusi. Lomba ini menjadi ruang aman dan resmi bagi siapa pun untuk berbicara, dan kami akan menerimanya dengan tangan terbuka,” tambahnya.
Dalam konteks perjalanan 80 tahun Bhayangkara, inisiatif ini juga dimaknai sebagai langkah memperkuat legitimasi sosial kepolisian. Alih-alih hanya mengadakan acara internal, Polri justru menggandeng publik untuk bersama-sama merayakan hari jadi dengan cara yang produktif dan penuh makna.
Dukungan dan Antusiasme Mulai Mengalir
Dari pemantauan Beritatercepat.com, sejak pengumuman dibuka, sejumlah komunitas kreatif, pelajar, mahasiswa, hingga pekerja profesional mulai menyatakan minatnya. Beberapa di antaranya mengaku tertarik karena tema yang diangkat memberi kebebasan berekspresi tanpa terjebak pada glorifikasi yang dibuat-buat.
Bagi masyarakat yang berminat, informasi detail mengenai syarat, kategori, dan batas waktu pengiriman karya bisa diakses melalui kanal resmi Divhumas Polri. Panitia menjanjikan proses penjurian yang transparan serta apresiasi yang layak bagi para pemenang.
Dengan langkah ini, Divhumas berharap wajah kepolisian di usia ke-80 semakin lekat sebagai mitra yang mendengar, melindungi, dan mengayomi. Pentas kreatif ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara institusi negara dan warganya bisa dirajut tanpa sekat, cukup lewat karya yang lahir dari hati.
Pelaksanaan lomba sekaligus menjadi penanda bahwa peringatan Hari Bhayangkara tahun ini tidak hanya milik internal Polri, melainkan juga panggung bagi publik untuk ikut menentukan cerita tentang institusi yang telah menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Dari coretan sederhana hingga film pendek, semua punya kesempatan untuk menyampaikan pesan bahwa kehadiran polisi adalah untuk masyarakat.
Comments (0)