Puluhan Bangkai Kapal Teronggok di Karangantu, Jalur Nelayan Jadi Sempit
Serang - Puluhan bangkai kapal kayu yang sudah rusak parah kini menjadi pemandangan memprihatinkan di kawasan perairan Karangantu, Kota Serang, Banten. Keberadaan onggokan kapal-kapal tak terpakai
Serang - Puluhan bangkai kapal kayu yang sudah rusak parah kini menjadi pemandangan memprihatinkan di kawasan perairan Karangantu, Kota Serang, Banten. Keberadaan onggokan kapal-kapal tak terpakai ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mempersempit jalur lalu lintas perahu nelayan yang hendak bersandar.
Berdasarkan laporan tim di lapangan pada Rabu (24/6/2026), tumpukan kerangka kapal itu tersebar di sepanjang bibir muara. Bangkai-bangkai kapal tersebut berjejer nyaris tanpa jarak dengan perahu-perahu aktif milik nelayan yang masih digunakan untuk melaut setiap hari.
Dari puluhan bangkai yang teronggok, sebagian di antaranya masih menyisakan bentuk lambung kapal meski kondisinya sudah sangat rapuh dan lapuk dimakan usia. Namun, tidak sedikit pula yang benar-benar hanya tinggal kerangka kayu belaka. Situasi yang lebih parah terlihat pada beberapa kapal yang sudah separuh tenggelam; lambungnya tertutup lumpur dan dipenuhi semak rumput liar, seolah telah menyatu dengan dasar muara yang dangkal. Ironisnya, dari kapal-kapal nahas itu, hanya bagian anjungan atau ruang kemudi yang masih tersisa di atas permukaan air, menjadi semacam nisan bisu di tengah lalu-lalang aktivitas pelabuhan perikanan tradisional tersebut.
Sempitnya jalur akibat bangkai kapal ini kerap menyulitkan kami saat akan merapat, terutama ketika air sedang surut. Sudah seperti labirin, kami harus ekstra hati-hati agar tidak menabrak kerangka kapal yang terendam di kolong.
Kondisi itu dikeluhkan oleh sejumlah pemilik perahu, karena selain mengurangi area parkir perahu, serpihan kayu dan paku berkarat dari bangkai kapal juga berpotensi merusak lambung kapal yang masih beroperasi. Muara Karangantu yang seharusnya menjadi pusat bongkar muat hasil tangkapan ikan kini harus berbagi ruang dengan "kuburan" kapal-kapal yang sudah tak bernyawa. Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya aktivitas pembersihan atau pemindahan bangkai kapal dari dinas terkait di area tersebut.
Comments (0)