Pulau Doi Diguncang Gempa Magnitudo 5,6, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Getaran kuat tiba-tiba menghantam Pulau Doi di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Selasa siang (7/7/2026) pukul 12.34 WIT. Badan Meteorologi, Klimato

Jul 08, 2026 - 04:16
0 0
Pulau Doi Diguncang Gempa Magnitudo 5,6, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Getaran kuat tiba-tiba menghantam Pulau Doi di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Selasa siang (7/7/2026) pukul 12.34 WIT. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gempa tektonik bermagnitudo 5,6 mengguncang wilayah tersebut, dipicu aktivitas Sesar Aktif di Laut Maluku. Tidak ada potensi tsunami, namun kepanikan melanda ribuan warga yang berhamburan keluar rumah dan gedung pemerintahan.

Kronologi Gempa dan Data BMKG

  1. Deteksi Awal (12.34.17 WIT) — Sensor seismik BMKG di Stasiun Geofisika Ternate mencatat gempa dengan magnitudo awal 5,8 yang kemudian dimutakhirkan menjadi M 5,6 setelah pengolahan data lebih teliti.
  2. Parameter Final (12.37 WIT) — Episenter berada di koordinat 2.12° LU – 128.05° BT, tepatnya 4 km Tenggara Pulau Doi pada kedalaman 10 km, kategori gempa dangkal.
  3. Peringatan Dini (12.36 WIT) — Sistem peringatan dini tsunami BMKG secara otomatis menganalisis dan menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami. Pesan diteruskan via SMS blast, aplikasi InfoBMKG, dan sirine lokal.
  4. Reaksi Warga — Saksi mata melaporkan getaran terasa selama 3-5 detik dengan skala intensitas IV-V MMI di Pulau Doi dan Tobelo. Barang-barang ringan berjatuhan, pintu berderak, dan masyarakat berlarian ke tanah lapang.

Dampak dan Penanganan Darurat

Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, belum ditemukan korban jiwa. Kerusakan fisik terdata antara lain:

  1. Rumah warga — 17 unit retak ringan di Desa Dowora, Pulau Doi.
  2. Fasilitas umum — Plafon Puskesmas Pulau Doi ambruk sebagian; tiga ruang kelas SD Negeri 4 Pulau Doi mengalami kerusakan ringan.
  3. Listrik dan komunikasi — Sempat padam 20 menit di Pulau Doi, kini pulih total. Jaringan seluler normal.

BPBD Maluku Utara menerjunkan tim kaji cepat ke lokasi, mendirikan tenda pengungsian sementara di lapangan desa, dan mengaktifkan posko tanggap darurat. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menginstruksikan agar bantuan logistik segera disalurkan. BMKG mengimbau warga tetap waspada terhadap gempa susulan dan menghindari bangunan retak yang berisiko roboh.

Hingga pukul 15.00 WIT, BMKG mencatat dua gempa susulan signifikan dengan magnitudo 3,9 dan 4,2, keduanya tidak dirasakan. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan, “Gempa ini jenis shallow crustal akibat pergeseran sesar lokal di Lempeng Laut Maluku. Warga jangan termakan hoaks; informasi resmi hanya dari BMKG.”

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User