Sep 17, 2026
Hukum

Puan Desak Pemerintah Dampingi Keluarga Jurnalis Hilang di Selat Sunda

JAKARTA — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani, meminta pemerintah pusat dan daerah segera memberikan pendampingan intensif kepada keluarg

Puan Desak Pemerintah Dampingi Keluarga Jurnalis Hilang di Selat Sunda

JAKARTA — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani, meminta pemerintah pusat dan daerah segera memberikan pendampingan intensif kepada keluarga rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Para awak media tersebut sebelumnya tengah menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sebelum komunikasi terputus total.

Puan menegaskan bahwa situasi krisis seperti ini menuntut kehadiran nyata negara, tidak hanya dalam percepatan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), tetapi juga dalam menjaga kondisi psikologis serta pemenuhan kebutuhan informasi bagi keluarga korban yang tengah dilanda kecemasan mendalam.

Kronologi Hilang Kontak Rombongan Jurnalis di Selat Sunda

Berdasarkan laporan awal yang dihimpun, rombongan jurnalis berangkat menggunakan kapal motor menuju area pemantauan di sekitar kawasan Selat Sunda guna meliput eskalasi aktivitas vulkanik. Berikut adalah urutan kejadian yang tercatat sejauh ini:

  1. Pemberangkatan Tim: Rombongan wartawan bertolak dari dermaga penyeberangan menuju kawasan perairan dekat Gunung Anak Krakatau pada Senin pagi untuk meliput erupsi.
  2. Perubahan Cuaca Ekstrem: Memasuki siang hari, kondisi cuaca di sekitar Selat Sunda dilaporkan memburuk dengan gelombang laut tinggi dan kabut asap vulkanik tebal.
  3. Putusnya Kontak Radio dan Seluler: Sekitar pukul 15.00 WIB, sinyal telekomunikasi maupun kontak radio navigasi kapal terputus dan tidak dapat dihubungi oleh kantor redaksi masing-masing.
  4. Pengerahan Tim SAR Gabungan: Laporan kehilangan segera diteruskan ke pihak berwenang, memicu pengerahan armada pencarian dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan Polairud.

Fokus Evakuasi dan Pendampingan Komprehensif Keluarga

Menanggapi situasi genting tersebut, Puan Maharani meminta koordinasi lintas sektor diperkuat guna mempercepat penemuan para awak media. Ia menekankan pentingnya posko informasi terpadu yang transparan agar keluarga tidak terpapar kabar simpang siur.

"Pemerintah harus hadir memberikan pendampingan moril, psikologis, dan fasilitas kebutuhan bagi keluarga korban. Pastikan keluarga mendapat informasi yang valid, resmi, dan berkala mengenai progres pencarian di lapangan," ujar Puan dalam keterangan resminya.

DPR RI secara khusus mendorong implementasi beberapa langkah krusial dalam penanganan musibah ini, antara lain:

  • Pengerahan Alat Canggih: Penggunaan teknologi pemindaian sonar dan helikopter patroli untuk memperluas jangkauan pencarian di area perairan bergelombang tinggi.
  • Layanan Trauma Healing: Penyediaan tenaga psikolog profesional di posko terpadu guna mendampingi keluarga selama masa tunggu evakuasi.
  • Integrasi Data Satu Pintu: Penyaluran informasi pencarian secara terpusat lewat Basarnas guna mencegah beredarnya hoaks atau spekulasi liar.

Langkah Keselamatan Kerja Jurnalistik di Area Bencana

Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya protokol keselamatan dan mitigasi risiko tinggi bagi insan pers yang bertugas di medan bencana alam. Puan mendorong seluruh pihak perusahaan media untuk terus memperketat standar operasional prosedur (SOP) peliputan bencana, termasuk memastikan perlengkapan keselamatan pelayaran berfungsi sempurna serta terus mematuhi batas zona aman yang ditetapkan oleh Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User