LIVERPOOL — Pelatih Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, menegaskan keyakinannya bahwa skuad asuhannya akan segera keluar dari masa-masa sulit pada awal musim kompetisi 2026/2027. Meski rentetan hasil minor terus membayangi, juru taktik asal Italia tersebut melihat perkembangan positif dari skema permainan yang ia terapkan di lapangan.
Kondisi The Lilywhites kian tertekan setelah mereka resmi tersingkir dari ajang Carabao Cup. Bermain di Stadion Anfield pada Kamis dini hari WIB, Spurs harus mengakui keunggulan Liverpool dengan skor telak 1-3. Hasil ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Spurs di semua kompetisi resmi musim ini.
Kronologi Performa Spurs di Awal Musim 2026/2027
Awal kepemimpinan De Zerbi pada musim ini dihadapkan pada ujian berat yang beruntun. Berikut adalah kronologi rentetan hasil buruk yang dialami Tottenham Hotspur:
- Empat Pekan Perdana Premier League: Spurs gagal memetik satu pun kemenangan dengan hanya mengoleksi dua hasil imbang dan dua kekalahan, sekaligus terjebak di papan bawah klasemen sementara.
- Krisis Ketajaman Lini Depan: Lini serang Tottenham mengalami paceklik gol parah sepanjang empat pertandingan liga, gagal mengonversi banyak peluang matang menjadi gol.
- Tersingkir di Babak Ketiga Carabao Cup: Bertandang ke markas Liverpool, Spurs takluk 1-3 dan harus mengubur ambisi mereka meraih trofi domestik lebih awal.
- Gol Perdana Connor Gallagher: Satu-satunya catatan positif di Anfield adalah sundulan Connor Gallagher pada babak kedua yang akhirnya memecah kebuntuan gol tim.
Dominasi Statistik Belum Membuahkan Hasil Positif
Meski menuai kekalahan dari Liverpool, De Zerbi menolak jika timnya disebut bermain tanpa perlawanan. Secara statistik, Tottenham Hotspur justru mampu mengimbangi sekaligus mendominasi sejumlah aspek penting dari tuan rumah. Spurs mencatatkan 56 persen penguasaan bola serta melepaskan total 17 tembakan, mengungguli catatan tembakan tepat sasaran milik The Reds.
"Saya merasa kecewa dan frustrasi dengan hasil akhir ini. Namun, saya ingat kami memiliki setidaknya enam atau tujuh peluang emas untuk mencetak gol melalui Lucas Bergvall, Mohammed Kudus, dan Destiny Udogie. Di babak kedua, ada pula dua peluang dari Omar Marmoush. Kami hanya kurang tajam dalam penyelesaian akhir," ujar Roberto De Zerbi dalam konferensi pers pascapertandingan.
Evaluasi Menyeluruh Demi Memutus Tren Buruk
Ketiadaan penyerang klinis pascapencoretan sejumlah pilar lini depan membuat beban mencetak gol bertumpu pada lini kedua. De Zerbi kini memfokuskan evaluasi tim pada efisiensi penyelesaian akhir dan disiplin organisasi lini pertahanan saat menghadapi transisi balik lawan.
Pelatih berusia 47 tahun itu optimistis jika anak asuhnya terus mempertahankan intensitas dan kualitas penciptaan peluang seperti di Anfield, kemenangan perdana Tottenham Hotspur hanya tinggal menunggu waktu. Spurs dijadwalkan kembali melakoni laga krusial Premier League akhir pekan ini demi memutus paceklik kemenangan.
Comments (0)