Sep 19, 2026
Nasional

Prof Tjandra Sarankan Laporan Global Jadi Acuan Tata Kelola MBG

JAKARTA — Pakar kesehatan masyarakat sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, menekankan pentingn

Prof Tjandra Sarankan Laporan Global Jadi Acuan Tata Kelola MBG

JAKARTA — Pakar kesehatan masyarakat sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, menekankan pentingnya merujuk pada standar dan laporan internasional guna memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. Rujukan berbasis bukti ilmiah mutlak diperlukan agar program strategis nasional ini memberikan dampak nyata pada kualitas sumber daya manusia.

Dalam analisis terbarunya, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara tersebut mengulas laporan global nutrisi termutakhir sebagai instrumen benchmarking. Menurutnya, program intervensi gizi berskala masif membutuhkan akuntabilitas tinggi, kepatuhan nutrisi mikro-makro, serta pengawasan mutu terintegrasi dari hulu ke hilir.

Kronologi Evaluasi dan Urgensi Standar Nutrisi Global

Kajian mendalam terhadap tata kelola gizi nasional dirumuskan melalui beberapa tahapan evaluasi kebijakan publik terkini:

  1. Rilis Dokumen Evaluasi Nutrisi Internasional: Publikasi laporan nutrisi global memberikan pemetaan komprehensif mengenai beban ganda malnutrisi (stunting, wasting, serta obesitas) yang dihadapi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
  2. Analisis Kebutuhan Implementasi MBG: Meninjau kesiapan logistik, rantai pasok bahan pangan lokal, higienitas pengolahan, hingga profil kecukupan gizi per kelompok umur anak sekolah.
  3. Perumusan Rekomendasi Kebijakan: Mendorong pembentukan indikator keberhasilan berbasis data klinis yang dievaluasi secara berkala oleh tim independen.
"Program intervensi gizi berskala nasional seperti MBG harus dikawal dengan tata kelola berbasis bukti ilmiah. Laporan nutrisi global menyediakan kerangka kerja objektif mengenai bagaimana alokasi sumber daya dapat memberikan dampak kesehatan jangka panjang yang terukur," ujar Prof. Tjandra Yoga Aditama dalam keterangannya di Jakarta.

Empat Pilar Penguatan Tata Kelola MBG

Guna memastikan implementasi program berjalan optimal tanpa menimbulkan ekses negatif, Prof. Tjandra memetakan sejumlah pilar krusial yang wajib diperhatikan oleh kementerian dan lembaga terkait:

  • Standarisasi Kualitas dan Keamanan Pangan: Menjamin setiap porsi makanan memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG) serta bebas dari kontaminasi bakteriologis dan kimiawi melalui pengawasan ketat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
  • Transparansi dan Rantai Pasok Berkelanjutan: Mengoptimalkan penyerapan hasil pertanian dan peternakan lokal dengan manajemen distribusi rantai dingin (cold chain) yang teruji.
  • Sistem Monitoring dan Evaluasi Digital: Pemanfaatan rekam data berkala untuk memantau indeks massa tubuh, tingkat konsentrasi belajar, serta angka kehadiran peserta didik penerima manfaat.
  • Pencegahan Beban Ganda Masalah Gizi: Menjaga formula menu agar tidak memicu kelebihan asupan gula, garam, dan lemak (GGL) yang berisiko memicu obesitas dini pada anak.

Prof. Tjandra menambahkan bahwa keberhasilan program MBG tidak semata-mata diukur dari jumlah porsi yang didistribusikan setiap hari, melainkan pada penurunan prevalensi anemia, stunting, dan peningkatan ketahanan imun anak-anak Indonesia dalam jangka panjang. Kolaborasi lintas kementerian bersama akademisi dan organisasi profesi kesehatan menjadi kunci utama tercapainya target Indonesia Emas 2045.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User