Pria Tewas Dikeroyok di Tabanan, Lima Tersangka Ditangkap

Seorang pria dilaporkan tewas setelah menjadi korban penganiayaan brutal oleh sekelompok warga di Tabanan, Bali. Insiden berdarah ini diduga kuat dipicu tuduhan pencurian ayam. Lima orang yang terliba...

Jul 27, 2026 - 22:28
0 0
Pria Tewas Dikeroyok di Tabanan, Lima Tersangka Ditangkap

Seorang pria dilaporkan tewas setelah menjadi korban penganiayaan brutal oleh sekelompok warga di Tabanan, Bali. Insiden berdarah ini diduga kuat dipicu tuduhan pencurian ayam. Lima orang yang terlibat langsung kini telah resmi ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Aksi main hakim sendiri itu terjadi di sebuah desa di wilayah Tabanan pada Rabu malam sekitar pukul 21.30 WITA. Korban yang belakangan diidentifikasi berinisial BS (42) didatangi oleh sejumlah warga yang sudah dalam kondisi emosi tinggi. Tanpa proses klarifikasi, korban langsung dihajar secara keji menggunakan kayu, pukulan tangan kosong, dan benda tumpul lainnya.

Kronologi Brutal dan Olah TKP

Berdasarkan keterangan saksi mata, malam nahas itu korban berada tidak jauh dari kandang ayam milik seorang warga. Beberapa orang yang sudah menaruh curiga lantas mengonfrontasi dan memicu pertengkaran mulut. Dalam sekejap, situasi berubah menjadi pengeroyokan massal. Jeritan minta ampun korban diabaikan begitu saja hingga ia ambruk berlumuran darah di lokasi kejadian.

Warga lain yang tidak terlibat segera melapor ke kepolisian. Petugas Polres Tabanan yang tiba langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat, namun nyawa pria malang itu tak lagi tertolong. Tim identifikasi bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan kayu berlumuran darah, pakaian korban yang robek, serta rekaman video amatir dari ponsel warga yang merekam detik-detik pengeroyokan.

Kapolres Tabanan dalam pernyataan persnya mengungkapkan bahwa korban menderita trauma berat di bagian kepala dan tubuh. "Hasil pemeriksaan medis sementara menunjukkan adanya patah tulang tengkorak yang mengakibatkan perdarahan otak. Kami masih menunggu proses autopsi lengkap untuk memperkuat alat bukti," ujarnya.

Lima Tersangka dan Ancaman Hukuman Maksimal

Dalam tempo kurang dari 24 jam, jajaran Satreskrim Polres Tabanan berhasil mengamankan lima orang yang diduga menjadi pelaku utama pengeroyokan. Kelimanya adalah warga desa setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai buruh tani dan pedagang. Tersangka masing-masing berinisial SR (39), DW (35), AT (41), RK (28), dan MS (50). Ironisnya, beberapa di antaranya masih memiliki hubungan tetangga dengan korban.

Hasil pemeriksaan intensif mengungkap peran berbeda dari setiap tersangka. Dua orang di antaranya diduga sebagai eksekutor yang memukul korban menggunakan balok kayu, sementara tiga lainnya ikut menendang serta memukuli korban yang sudah terkapar tak berdaya. Polisi tidak menutup kemungkinan penambahan jumlah tersangka apabila ditemukan keterlibatan warga lain dalam aksi tersebut.

Kelima tersangka langsung dijerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengeroyokan yang menyebabkan kematian, subsider Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa. Ancaman pidana maksimal yang menanti adalah 12 tahun penjara. Saat ini mereka mendekam di sel tahanan Polres Tabanan menunggu proses hukum selanjutnya.

Imbauan Tolak Aksi Main Hakim Sendiri

Musibah ini menjadi pukulan keras bagi kesadaran hukum masyarakat. Pihak Kepolisian Resor Tabanan kembali menyerukan agar warga tidak mengambil tindakan sendiri meskipun menemukan dugaan tindak pidana. "Serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Aksi anarkis massa justru akan melahirkan korban baru dan menjerat para pelaku ke dalam masalah pidana serius," tegas Kapolres dalam imbauannya.

Penyelidikan kasus ini masih terus didalami, termasuk mencari tahu apakah korban benar-benar melakukan pencurian ayam atau sekadar prasangka yang dipicu isu liar. Fokus penyidik tidak hanya pada tindak pengeroyokan, tetapi juga akar konflik yang menyulut kemarahan massa. Polisi berjanji akan menuntaskan perkara ini secara transparan dan profesional demi memberikan efek jera serta memulihkan ketertiban di tengah masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User