Menlu Sugiono Bertemu Menlu Iran di Mashhad Bahas Kerja Sama Strategis

Menteri Luar Negeri Sugiono melakukan kunjungan kerja bersejarah ke Mashhad, Republik Islam Iran, dalam rangka memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Jul 13, 2026 - 07:31
0 0
Menlu Sugiono Bertemu Menlu Iran di Mashhad Bahas Kerja Sama Strategis

Menteri Luar Negeri Sugiono melakukan kunjungan kerja bersejarah ke Mashhad, Republik Islam Iran, dalam rangka memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Dalam kunjungan tersebut, Menlu Sugiono bertemu langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran, Yang Mulia Seyyed Abbas Araghchi, di salah satu kota suci bagi umat Syiah yang juga merupakan pusat peradaban Islam Persia. Pertemuan yang berlangsung tertutup selama hampir tiga jam itu menjadi sinyal kuat peningkatan kerja sama di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks. Sumber resmi Kementerian Luar Negeri menyebutkan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi intensif kedua pemimpin negara dalam dua tahun terakhir.

Kedatangan delegasi Indonesia yang dipimpin langsung Menlu Sugiono ke Mashhad—bukan ke ibu kota Teheran—membawa makna simbolis dan strategis tersendiri. Mashhad, kota tempat bersemayamnya makam Imam Reza, merupakan pusat spiritual dan ekonomi terpenting di Iran bagian timur. Dengan memilih lokasi tersebut, Indonesia menunjukkan penghormatan mendalam terhadap nilai-nilai peradaban Islam yang menjadi fondasi kuat hubungan persahabatan antara Jakarta dan Teheran. Bahkan, sejumlah komunitas Islam Indonesia telah lama menjalin hubungan erat dengan pusat-pusat pendidikan dan keagamaan di kota tersebut.

Hubungan Bilateral yang Terus Menguat

Hubungan diplomatik Indonesia-Iran telah berusia lebih dari tujuh dekade, tepatnya sejak 1950, dan kedua negara sepakat meningkatkan level kemitraan menjadi kemitraan strategis komprehensif pada 2023. Kunjungan Menlu Sugiono ke Mashhad merupakan implementasi dari komitmen tersebut, dengan fokus pada realisasi proyek-proyek kerja sama prioritas yang telah dirintis dalam forum Joint Commission Meeting (JCM) ke-5. Kedua menlu membahas percepatan penyelesaian perjanjian perdagangan preferensial yang telah tertunda cukup lama akibat kendala logistik dan perbankan internasional.

Dalam pertemuan itu, hadir pula sejumlah pejabat tinggi kedua negara termasuk dirjen politik, dirjen ekonomi, serta staf ahli isu Timur Tengah. Menlu Sugiono menegaskan bahwa Indonesia melihat Iran sebagai mitra penting yang bukan hanya memiliki potensi ekonomi besar namun juga peran politik yang vital dalam menjaga stabilitas kawasan. Sementara itu, Menlu Abbas Araghchi menggarisbawahi pentingnya solidaritas negara-negara Muslim dalam menghadapi tantangan global, terutama terkait isu kedaulatan dan pembangunan.

Isu Strategis di Atas Meja Pertemuan

Agenda pembicaraan kedua menlu mencakup tiga pilar utama: politik-keamanan, ekonomi-perdagangan, dan sosial-budaya. Di bidang politik, isu Palestina dan perkembangan terkini di Gaza menjadi perhatian serius kedua negara. Sebagai dua negara dengan populasi Muslim terbesar dan berpengaruh, Indonesia dan Iran bersepakat untuk terus menggerakkan solidaritas global guna mendorong solusi dua negara yang adil dan komprehensif. Menlu Sugiono juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Iran terhadap upaya Indonesia dalam mendorong resolusi damai di Afghanistan melalui kerangka kerja sama Organisation of Islamic Cooperation (OIC).

“Kami berkomitmen untuk memperkuat koordinasi politik di forum internasional, termasuk di PBB dan Gerakan Non-Blok, untuk memastikan suara negara berkembang didengar dan diperhitungkan dalam setiap keputusan global,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Di sektor ekonomi, pembahasan difokuskan pada upaya meningkatkan volume perdagangan bilateral yang saat ini masih relatif kecil, yakni sekitar USD 500 juta per tahun. Kedua pihak menargetkan peningkatan signifikan melalui diversifikasi produk ekspor dan pemanfaatan jalur transportasi baru. Indonesia ingin memperluas ekspor tekstil, produk pertanian, serta kendaraan dan suku cadangnya ke pasar Iran yang memiliki hampir 90 juta penduduk. Sementara Iran menawarkan kerja sama di sektor energi, petrokimia, serta infrastruktur untuk konektivitas regional. Pertemuan ini juga mengeksplorasi peluang investasi Iran dalam proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya di sektor energi terbarukan.

Poin Penting dan Komitmen Bersama

Setidaknya ada lima poin kunci yang disepakati dan akan ditindaklanjuti bersama:

  • Percepatan perjanjian perdagangan preferensial dan penandatanganan MoU kerja sama bea cukai untuk mengurangi hambatan perdagangan
  • Peningkatan kunjungan pejabat tinggi hingga tingkat kepala negara dalam waktu dekat untuk memberi momentum politik yang lebih kuat
  • Kolaborasi sektor kesehatan dan farmasi, termasuk kemungkinan produksi bersama vaksin dan obat-obatan esensial sesuai standar halal
  • Pemberian fasilitas visa jangka panjang bagi pebisnis, akademisi, dan wisatawan medis dari kedua negara
  • Pembentukan forum dialog antaragama secara rutin antara pemimpin Islam Indonesia dan Iran untuk memperkuat toleransi global

Kedua menlu sepakat bahwa momentum ini harus dimanfaatkan secara optimal, terutama menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2025. Sebagai tindak lanjut konkret, akan dibentuk kelompok kerja teknis (technical working group) untuk memantau progres setiap kesepakatan dan melaporkannya secara berkala ke tingkat menteri.

Makna Strategis Kunjungan ke Mashhad

Pemilihan Mashhad sebagai lokasi pertemuan bukanlah kebetulan. Kota di timur laut Iran ini merupakan pusat perdagangan penting yang menghubungkan rute ke Asia Tengah dan Afghanistan—kawasan yang menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia dalam konteks perdamaian dan rekonstruksi. Pemerintah Iran secara khusus memfasilitasi dialog antara delegasi Indonesia dengan otoritas ekonomi dan budaya provinsi Khorasan Razavi untuk menjajaki potensi investasi dan kerja sama antardaerah. Sejumlah pebisnis Indonesia turut serta dalam delegasi untuk menggelar pertemuan bisnis (business matching) dengan pengusaha Iran di kota tersebut.

Tidak hanya itu, kunjungan Menlu Sugiono juga mencakup pertemuan dengan pimpinan Astan Quds Razavi, lembaga yang mengelola kompleks makam Imam Reza sekaligus salah satu entitas ekonomi terbesar di Iran. Dalam pertemuan tersebut dibahas peluang kolaborasi pengelolaan wakaf produktif dan pengembangan ekonomi umat, model yang bisa diterapkan di Indonesia dengan menyesuaikan konteks lokal. Hal ini menegaskan bahwa diplomasi Indonesia tidak hanya berfokus pada hubungan antarpemerintah, melainkan juga menyentuh dimensi sosial dan keagamaan yang lebih dalam.

Pengamat hubungan internasional Dr. Andi Widjajanto menilai kunjungan ini sebagai langkah cerdas diplomasi Indonesia di tengah polarisasi global yang tajam. “Dengan menyambangi Iran secara langsung dan terbuka, Indonesia menunjukkan sikap non-blok yang aktif—tidak terpaku pada satu kutub kekuatan, tetapi membangun jembatan dengan semua pihak demi kepentingan nasional,” jelasnya. Pendapat ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk tetap menjadi global player yang diperhitungkan dalam pergaulan internasional.

Kedutaan Besar RI di Teheran menyatakan bahwa kunjungan ini akan segera diikuti dengan serangkaian langkah nyata, termasuk pameran produk Indonesia di Mashhad International Exhibition Center dan festival budaya Indonesia di Teheran dan Isfahan. Dalam beberapa bulan mendatang, forum bisnis virtual akan diselenggarakan untuk menghubungkan pengusaha kedua negara, mengingat masih adanya hambatan perjalanan fisik akibat situasi geopolitik dan sanksi internasional terhadap Iran. Pemerintah Indonesia dan Iran berkomitmen untuk mencari solusi kreatif agar arus perdagangan dan investasi tetap mengalir meskipun ada tantangan sistem keuangan global.

Dengan selesainya kunjungan kerja ini, publik menantikan langkah lanjutan yang lebih konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dalam bentuk peluang bisnis, akses produk, maupun penguatan posisi Indonesia di panggung dunia. Menlu Sugiono dijadwalkan kembali ke Jakarta esok hari dan akan memberikan laporan lengkap kepada Presiden serta rapat koordinasi terbatas dengan kementerian terkait.

[SOCIAL_TWEET]: Menlu Sugiono bertemu Menlu Iran Abbas Araghchi di Mashhad, sepakat percepat perjanjian perdagangan dan solidaritas global untuk Palestina. Kunjungan ini buka jalur baru bagi produk RI ke pasar 90 juta penduduk. #DiplomasiRI #Iran #KerjaSamaBilateral[SOCIAL_TG]: 📢 Menlu Sugiono tandatangani komitmen baru dengan Iran di Mashhad: perdagangan, investasi, kesehatan, hingga dialog antaragama. Jalan Indonesia menuju poros global makin nyata. 🇮🇩🤝🇮🇷

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User