PARIS — Pemerintah Prancis melalui Kementerian Pendidikan Nasional resmi memperketat standar penguasaan tata bahasa dan ekspresi tertulis bagi para pelajar. Mulai tahun 2027, siswa yang menunjukkan kemampuan berbahasa yang buruk akan langsung dikenai sanksi pemotongan nilai otomatis sebesar dua poin pada ujian kelulusan tingkat menengah pertama (Brevet) dan ujian akhir sekolah menengah atas (Baccalauréat atau Bac).
Ketentuan tersebut berlaku secara menyeluruh untuk semua mata pelajaran, bukan hanya terbatas pada ujian bahasa dan sastra Prancis. Pejabat Kementerian Pendidikan Nasional, Édouard Geffray, menegaskan bahwa kemampuan menyusun kalimat yang jelas dan benar merupakan fondasi utama dari seluruh proses pembelajaran akademik.
Aturan Tegas Di Semua Disiplin Ilmu
Dalam wawancara eksklusif bersama harian terkemuka Le Figaro, Geffray memaparkan perilisan barème indicatif atau pedoman penilaian indikatif baru yang wajib diterapkan oleh para tenaga pengajar saat memeriksa lembar jawaban ujian.
«Jika seorang siswa memiliki ekspresi bahasa yang buruk, ia akan langsung kehilangan dua poin secara otomatis. Tuntutan ini kini telah terpatri kuat dan tidak bisa ditawar lagi,» tegas Édouard Geffray.
Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran yang kian memuncak mengenai merosotnya standar literasi, tata bahasa, dan ejaan di kalangan generasi muda Prancis. Dengan adanya pedoman baru ini, siswa yang mengerjakan ujian matematika, sejarah, geografi, fisika, maupun filsafat tetap dituntut menyajikan argumen dengan struktur kalimat dan ejaan yang tepat tanpa kesalahan mendasar.
Poin Kunci Reformasi Ujian 2027
Kementerian Pendidikan Nasional Prancis menggarisbawahi beberapa poin penting terkait penerapan sanksi evaluasi bahasa tertulis tersebut:
- Penerapan Universal: Pemotongan nilai berlaku di seluruh mata pelajaran tertulis tanpa pengecualian disiplin ilmu.
- Sanksi Baku: Penalti otomatis sebesar dua poin bagi lembar jawaban yang memiliki kesalahan tata bahasa, ejaan (orthographe), dan sintaksis parah.
- Waktu Implementasi: Mulai diwajibkan secara penuh pada sesi ujian nasional Brevet dan Bac tahun 2027.
- Panduan Jelas untuk Guru: Publikasi matriks penilaian yang seragam guna mencegah subjektivitas dalam pengurangan nilai.
Menanggapi Kemerosotan Kemampuan Menulis
Kebijakan penalti dua poin ini dipandang sebagai salah satu respons paling tegas dari otoritas pendidikan Prancis dalam beberapa dekade terakhir. Banyak pengamat pendidikan menilai maraknya penggunaan bahasa digital dan pesan singkat telah mengikis kebiasaan menulis secara akademis di kalangan remaja.
Meskipun sebagian pihak khawatir kebijakan ini dapat memberatkan siswa dari latar belakang tertentu, pemerintah menegaskan bahwa sekolah akan memberikan bimbingan intensif menjelang implementasi penuh pada 2027. Penguasaan bahasa nasional dipandang sebagai hak mendasar sekaligus tiket utama keberhasilan sosial serta profesional setiap warga negara.
Mulai 2027, peserta ujian Brevet dan Baccalauréat di Prancis akan dipotong 2 poin otomatis jika memiliki kemampuan ekspresi tertulis dan tata bahasa yang buruk. Aturan ini diterapkan lintas disiplin ilmu, dari sastra hingga sains.
Comments (0)