Prananda dan Kader PDIP Pakai 'Pro Mega' di Peringatan Kudatuli: Simbol Perlawanan Hidup
JAKARTA, MENIT LALU – Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo dan puluhan fungsionaris partai baru saja membuat kejutan. Mereka muncul dengan kemeja dan ikat kepala bertuliskan "Pro Mega"...
JAKARTA, MENIT LALU – Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo dan puluhan fungsionaris partai baru saja membuat kejutan. Mereka muncul dengan kemeja dan ikat kepala bertuliskan "Pro Mega" saat peringatan 30 tahun Tragedi Kudatuli di Menteng, Jakarta Pusat.
Atribut Pro Mega Menyala di Pusat Peristiwa
Pantauan di lokasi menunjukkan atribut itu dikenakan secara seragam oleh elite dan kader akar rumput. Prananda sendiri memimpin dengan kemeja putih bertuliskan "Pro Mega" yang kontras di tengah lautan baju merah partai. Ikat kepala dengan tulisan serupa juga melingkar di dahi para petugas dan simpatisan yang memadati halaman DPP PDIP.
Ketua DPP Bidang Keanggotaan dan Organisasi, Andreas Hugo Pareira, langsung memberikan klarifikasi. Ia menegaskan penggunaan atribut ini bukan simbol gerakan baru atau fraksi internal.
- Pro Mega adalah sebutan untuk massa pendukung Megawati Soekarnoputri yang muncul dari akar rumput pada pertengahan 1990-an.
- Kelompok ini lahir setelah Kongres Luar Biasa PDI 1993 di Surabaya sebagai respons terhadap intervensi Orde Baru.
- Mereka menjadi basis perlawanan paling militan terhadap rezim Soeharto hingga jatuhnya Orde Baru.
Dari Perlawanan Bawah Tanah ke Panggung Kemenangan
Andreas menyebut Tragedi Kudatuli pada 27 Juli 1996 sebagai titik kulminasi tekanan terhadap pendukung Megawati. Gedung DPP di Jalan Diponegoro diserbu, tetapi semangat Pro Mega justru mengeras. "Peristiwa itu puncak kezaliman Orde Baru, sekaligus bukti ketahanan kami," tegasnya.
Kelompok Pro Mega tidak hanya bertahan, tetapi menjadi fondasi lahirnya PDI Perjuangan. Partai baru itu langsung memenangi Pemilu 1999, pemilu pertama setelah Reformasi. Jejak historis inilah yang coba dihidupkan kembali melalui simbol "Pro Mega" hari ini.
Prananda dan Pesan Tanpa Suara
Kehadiran Prananda dengan kemeja "Pro Mega" menjadi sorotan utama. Sebagai putra Megawati sekaligus Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi partai, ia tidak memberikan pernyataan lisan. Namun, pesannya jelas: semangat perlawanan akar rumput tidak boleh padam.
Penggunaan atribut ini sekaligus menjadi penegasan identitas historis. PDIP ingin menunjukkan bahwa mereka tidak lahir dari ruang elite, melainkan dari darah dan air mata kader bawah yang melawan tirani. Simbol itu kini berdiri di monumen Kudatuli yang baru diresmikan, mengikat masa lalu dengan strategi politik masa kini.
Comments (0)