Prabowo Minta BRIN Kembangkan Sepatu Lokal dari Limbah Sawit
BREAKING NEWS — Presiden Prabowo Subianto secara pribadi meminta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria untuk mengembangkan sepatu karet lokal berbahan limbah sawit. Permintaan i...
BREAKING NEWS — Presiden Prabowo Subianto secara pribadi meminta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria untuk mengembangkan sepatu karet lokal berbahan limbah sawit. Permintaan itu disampaikan langsung di tengah ketertarikan kepala negara pada produk inovasi dalam negeri yang ramah lingkungan dan berbiaya murah.
Arif Satria mengonfirmasi bahwa Prabowo sempat melihat dan menanyakan detail sepatu tersebut. Presiden disebut terkesan dengan harga yang terjangkau serta bahan bakunya yang berasal dari limbah industri kelapa sawit.
Fakta Kunci Sepatu Lokal Buatan BRIN
- Bahan baku: limbah sawit yang diolah menjadi karet berkualitas
- Harga: jauh lebih murah dibanding sepatu impor
- Permintaan presiden: agar BRIN segera mengembangkan produksi massal
- Dampak: mengurangi limbah sawit dan mendukung industri dalam negeri
Menurut Arif, sepatu ini merupakan hasil riset panjang para peneliti BRIN. Inovasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan alas kaki murah, tetapi juga menjadi solusi atas masalah lingkungan akibat limbah sawit yang selama ini menumpuk.
Prabowo Tertarik pada Harga dan Teknologi
Presiden Prabowo secara spesifik menanyakan proses pembuatan dan potensi skalanya. Arif menyebut kepala negara meminta agar teknologi ini tidak berhenti di skala laboratorium. Ia ingin sepatu tersebut bisa diproduksi secara luas dan dinikmati masyarakat.
“Beliau sangat antusias. Diminta untuk terus dikembangkan,” ujar Arif dalam keterangan resmi, Rabu (6/8/2026).
Ketertarikan Prabowo dinilai sebagai dorongan besar bagi riset lokal. BRIN kini menyiapkan langkah lanjutan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menjalin kerja sama dengan industri swasta.
Potensi Ekonomi dan Lingkungan
Limbah sawit selama ini menjadi masalah serius di banyak daerah. Dengan inovasi ini, limbah tersebut berubah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Sepatu karet lokal juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Arif menambahkan bahwa BRIN akan mempercepat uji pasar dan distribusi. Target awal adalah memenuhi kebutuhan dalam negeri, kemudian peluang ekspor ke negara-negara Asia Tenggara.
Langkah Selanjutnya BRIN
Dalam waktu dekat, BRIN akan membangun pilot plant untuk produksi skala menengah. Mereka juga akan melibatkan petani sawit dan koperasi lokal sebagai pemasok bahan baku. Hal ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru di sektor hilir sawit.
“Kami sedang menyusun roadmap pengembangan. Target produksi massal dalam 12 bulan ke depan,” tegas Arif.
Permintaan langsung dari presiden menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong hilirisasi riset. BRIN berkomitmen menjawab kepercayaan tersebut dengan hasil nyata.
UPDATE: BRIN dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Kementerian Perindustrian dan pelaku usaha sepatu nasional dalam dua pekan ke depan. Pertemuan itu akan membahas skema kemitraan dan insentif produksi.
Dengan dukungan penuh dari kepala negara, sepatu karet limbah sawit ini diprediksi menjadi salah satu produk unggulan Indonesia. Kecepatan eksekusi menjadi kunci agar inovasi ini tidak hanya menjadi wacana.
Masyarakat pun menantikan kehadiran sepatu murah ramah lingkungan ini di pasaran. Jika berhasil, ini akan menjadi bukti bahwa riset lokal mampu bersaing dan memberikan dampak langsung bagi ekonomi rakyat.
Comments (0)