Dokter Penghina Pasien BPJS Minta Maaf: Saya Mohon Ampun

BREAKING — Dokter Tamara Dewi Jasmine, yang videonya viral karena diduga menghina pasien BPJS dengan kalimat 'banyakin duit halal', akhirnya buka suara. Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuk...

Aug 07, 2026 - 01:31
0 0
Dokter Penghina Pasien BPJS Minta Maaf: Saya Mohon Ampun

BREAKING — Dokter Tamara Dewi Jasmine, yang videonya viral karena diduga menghina pasien BPJS dengan kalimat 'banyakin duit halal', akhirnya buka suara. Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di media sosial, Jumat malam. Video permintaan maaf itu beredar luas di platform X dan Instagram, memicu gelombang reaksi publik.

Dalam video berdurasi sekitar satu menit, dokter yang berpraktik di Palembang itu menundukkan kepala dan memohon maaf. "Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya pasien BPJS, atas pernyataan saya yang tidak pantas," ujarnya dengan nada lirih. Ia mengaku pernyataan itu keluar tanpa berpikir panjang dan menyesali dampaknya.

Kronologi Viral

Video awal yang memicu kontroversi menampilkan dokter Tamara berbicara di depan kamera. Ia menyebut pasien BPJS dengan nada merendahkan. Kalimat 'banyakin duit halal' menjadi sorotan utama. Publik menilai pernyataan itu menghina kelompok masyarakat kurang mampu.

  • Video asli diunggah akun anonim pada Kamis pagi, langsung ditonton lebih dari 2 juta kali dalam 12 jam.
  • Tagar #DokterBPJS menjadi trending topic di Indonesia selama dua hari berturut-turut.
  • Banyak netizen menuntut sanksi tegas dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan rumah sakit tempat dokter itu bekerja.

Klinik tempat dokter Tamara bertugas juga ikut disorot. Manajemen klinik mengeluarkan pernyataan resmi pada Jumat sore, menyatakan akan melakukan evaluasi internal. Mereka menegaskan komitmen melayani semua pasien tanpa diskriminasi.

Permintaan Maaf di Media Sosial

Dalam video klarifikasinya, dokter Tamara mengaku mendapat banyak teguran dari rekan sejawat. Ia juga menerima ancaman dan caci maki di akun pribadinya. "Saya tidak lari dari tanggung jawab. Saya mohon ampun kepada Allah dan kepada seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pernyataan itu keluar saat ia sedang frustrasi menangani pasien yang menuntut pelayanan berlebihan. Namun, ia mengakui tidak ada alasan yang membenarkan ucapannya. "Saya sadar, profesi dokter harus menjunjung etika dan empati," tambahnya.

Reaksi Publik dan Otoritas

Permintaan maaf itu menuai reaksi beragam. Sebagian netizen mengapresiasi keberaniannya mengakui kesalahan. Namun, banyak juga yang menilai permintaan maaf itu tidak tulus dan hanya untuk meredam amarah publik.

Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) daerah Sumatera Selatan dikonfirmasi telah menerima laporan resmi dari masyarakat. Mereka berencana memanggil dokter Tamara untuk dimintai keterangan pada Senin pekan depan. Sanksi yang mungkin dijatuhkan berkisar dari teguran hingga pencabutan surat izin praktik.

Kementerian Kesehatan juga angkat bicara. Juru bicara Kemenkes menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus bersifat inklusif. "BPJS adalah program negara untuk semua lapisan. Tidak ada tempat bagi tenaga medis yang merendahkan pasien," ujarnya dalam konferensi pers singkat.

Konteks Sistem BPJS

BPJS Kesehatan menanggung lebih dari 270 juta penduduk Indonesia. Program ini menjadi tulang punggung layanan kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kasus ini memicu diskusi tentang beban kerja dokter dan tekanan di fasilitas kesehatan yang melayani pasien BPJS.

Pengamat kebijakan kesehatan, yang enggan disebut namanya, menilai kasus ini cermin masalah sistemik. "Dokter sering kelelahan karena kuota pasien besar. Tapi itu tidak membenarkan ujaran kebencian," katanya kepada wartawan.

Hingga berita ini diturunkan, dokter Tamara belum memberikan pernyataan lebih lanjut. Akun media sosialnya sempat diubah menjadi privat. Sementara itu, polisi setempat menyatakan siap mengawal proses mediasi jika ada pihak yang melapor secara resmi.

Publik kini menunggu langkah lanjutan dari IDI dan rumah sakit. Tuntutan agar dokter Tamara dicabut izinnya terus menguat. Namun, sejumlah pihak mengingatkan agar proses hukum tetap berjalan adil tanpa perundungan digital.

UPDATE — Dalam perkembangan terbaru, dokter Tamara dijadwalkan menemui pengurus IDI Palembang pada Sabtu siang. Pertemuan itu tertutup. Ia didampingi kuasa hukumnya. Hasil pertemuan akan diumumkan resmi pada Minggu pagi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User