Prabowo Beri Penghormatan Istimewa: Presiden Belarus Bermalam di Istana Negara
Jakarta, 2 Juli 2026 – Sebuah langkah diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya diambil Presiden Prabowo Subianto: ia mempersilakan Presiden Belarus
Jakarta, 2 Juli 2026 – Sebuah langkah diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya diambil Presiden Prabowo Subianto: ia mempersilakan Presiden Belarus Alexander Lukashenko bermalam di Istana Negara—bukan di hotel atau Wisma Negara sebagaimana lazimnya kunjungan kenegaraan. Keputusan itu ditegaskan Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada tamu negara.
Lukashenko, yang tiba di Jakarta dalam rangka kunjungan kenegaraan balasan pada Kamis (2/7), awalnya menyampaikan keinginan untuk menginap di kompleks Istana Kepresidenan. Biasanya, kepala negara asing yang berkunjung memilih hotel; namun Lukashenko secara khusus ingin berada di lingkungan istana. Semula direncanakan di Wisma Negara, tetapi Presiden Prabowo menilai tempat itu kurang representatif.
“Biasanya, kalau kunjungan kenegaraan, presiden yang lain berkehendak di hotel. Tapi beliau kali ini ingin berkehendak untuk bisa di istana. Tadinya di Wisma Negara, tapi Pak Presiden menilai yang lebih representatif ya di Istana,” jelas Sugiono.
Fakta-Fakta Kunci
- Pertama dalam sejarah: Lukashenko menjadi presiden asing pertama yang menginap di Istana Negara saat kunjungan kenegaraan ke Indonesia.
- Lokasi representatif: Prabowo menawarkan Istana Negara sebagai alternatif yang lebih layak ketimbang Wisma Negara.
- Permintaan langsung: Lukashenko sendiri yang meminta untuk menginap di kawasan istana, berbeda dengan kebiasaan pemimpin lain.
- Perbandingan historis: Kepala pemerintahan terakhir yang menginap di Wisma Negara adalah mantan PM Kamboja Hun Sen.
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Lawatan Lukashenko merupakan kunjungan balasan atas perjalanan Prabowo ke Belarus pada 15 Juli lalu. Momentum itu kini menjadi titik tolak baru hubungan bilateral yang lebih intensif. Kedua pemimpin berkomitmen memperdalam kerja sama, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan.
Puncak dari babak baru ini adalah penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (EAEU CEPA), yang telah diratifikasi oleh Belarus. Perjanjian itu membuka akses lebih luas bagi produk Indonesia ke kawasan Eurasia dan sebaliknya, serta menandai fase strategis baru pasca kunjungan pertama.
Menlu Sugiono menekankan bahwa pemerintah memandang serius arti penting kunjungan ini. “Kunjungan ini menandai babak baru hubungan bilateral antara kedua negara,” ujarnya. Komitmen untuk meningkatkan kerja sama ditindaklanjuti dengan sejumlah kesepakatan konkret di berbagai sektor.
Dengan perlakuan istimewa berupa akomodasi di Istana Negara, Prabowo tidak hanya menunjukkan kedekatan personal dengan Lukashenko, tetapi juga sinyal kuat bahwa Indonesia siap membuka lembaran baru kemitraan yang lebih erat dengan Belarus dan kawasan Eurasia secara luas.
Comments (0)