Polri Perintahkan Sikat Habis Polisi Narkoba Tanpa Ampun

BREAKING — Baru saja, Polri melontarkan ultimatum keras: seragam kebanggaan bukan tameng impunitas. Siapa pun anggota yang menyentuh narkoba akan dihancurkan tanpa pandang bulu.Pernyataan ini disamp...

Jul 27, 2026 - 21:33
0 0
Polri Perintahkan Sikat Habis Polisi Narkoba Tanpa Ampun

BREAKING — Baru saja, Polri melontarkan ultimatum keras: seragam kebanggaan bukan tameng impunitas. Siapa pun anggota yang menyentuh narkoba akan dihancurkan tanpa pandang bulu.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kadiv Humas Polri Irjen Jhonny Edison Isir di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap oknum aparat yang terjerumus jaringan gelap. Ia menekankan bahwa tidak ada toleransi setetes pun bagi mereka yang mengkhianati sumpah dengan menjadi bandar, pengguna, atau pelindung.

Tanpa Negosiasi, Tanpa Ampun

“Sudah selesai. Tidak ada tawar-menawar. Kalau terbukti, kami sendiri yang akan menghancurkan mereka,” tegas Isir. Kata “impunitas” ditolak mentah-mentah—setiap pelanggar dari internal harus merasakan sanksi terberat, baik pidana penjara, pemecatan tidak hormat, hingga proses hukum ganda di peradilan umum dan kode etik.

Instruksi ini langsung dikirim ke seluruh Polda dan Polres. Para Kapolda diperintahkan untuk memimpin sendiri pembersihan di wilayah masing-masing. Setiap anggota yang dicurigai wajib menjalani tes urine dadakan tanpa pemberitahuan. Transparansi hasil menjadi harga mati: publik berhak tahu nama-nama pelanggar yang dijatuhi sanksi.

Fakta Kunci Arah Baru Penindakan

  • Propam diberi kewenangan penuh untuk menangkap anggota polisi yang terlibat narkoba tanpa perlu izin berlapis.
  • Sanksi wajib: PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) menjadi hukuman minimum, sebelum diproses pidana.
  • Rehabilitasi ditolak bagi anggota yang terbukti sebagai bandar atau kurir; mereka langsung dijebloskan ke penjara.
  • Ancaman penghilangan barang bukti akan diusut tuntas, termasuk atasan langsung jika lalai mengawasi.
  • Hotline 24 jam disiapkan agar masyarakat bisa melaporkan oknum yang mencurigakan tanpa takut balas dendam.

Reformasi Kultur, Bukan Sekadar Operasi Sesaat

Isir mengakui bahwa pola lama yang hanya mengandalkan operasi senyap sudah usang. Kini, Polri menerapkan pendekatan “satu sel tercemar, seluruh unit dibersihkan.” Anggota di sekitar pelaku yang diduga tahu tetapi diam akan ikut diperiksa. Ini adalah sinyal bahwa solidaritas koruptif di internal sudah tak lagi ditoleransi.

Sebagai langkah jangka panjang, para siswa di lembaga pendidikan Polri mulai dites secara acak sejak hari pertama. “Kita tidak ingin sepuluh tahun lagi petinggi kita adalah mantan pengguna. Putus sejak akar,” kata Isir. Pelatihan integritas juga digelar tiap bulan, menggantikan sekadar ceramah moral yang biasa diabaikan.

Komisioner Kompolnas menyambut langkah ini namun tetap mengingatkan bahwa tanpa pengawasan eksternal, komitmen bisa luntur. Mereka mendorong agar data penindakan diunggah ke portal publik tiap pekan agar tidak terjadi manipulasi jumlah pelanggar.

Perintah tegas ini adalah jawaban bagi keresahan warga yang selama ini melihat polisi justru menjadi pembeli di tempat transaksi. Polri menegaskan, seragam cokelat tidak boleh lagi menebar aroma mencong di sudut-sudut kota. Kini, setiap oknum hanya punya dua pilihan: angkat tangan untuk ditangkap, atau melawan dan dihabisi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User