Polisi Sita CCTV dan Data Medis Usut Kematian di Jaksel

JAKARTA SELATAN – Aparat Kepolisian Resor Jakarta Selatan langsung bergerak cepat. Rekaman kamera pengawas (CCTV) dan seluruh dokumen medis dari Klinik Mordent, Kebayoran Baru, telah diamankan. Lang...

Jul 28, 2026 - 02:13
0 0
Polisi Sita CCTV dan Data Medis Usut Kematian di Jaksel

JAKARTA SELATAN – Aparat Kepolisian Resor Jakarta Selatan langsung bergerak cepat. Rekaman kamera pengawas (CCTV) dan seluruh dokumen medis dari Klinik Mordent, Kebayoran Baru, telah diamankan. Langkah ini diambil untuk mengungkap penyebab pasti kematian Sutrimo, seorang pasien yang dilaporkan meninggal di klinik tersebut.

Pengamanan Bukti Elektronik

Tim investigasi menyisir setiap sudut klinik usai menerima laporan kematian mencurigakan. Fokus utama tertuju pada puluhan titik CCTV yang terpasang di lobi, koridor, dan ruang perawatan. Petugas juga menggandakan data rekam medis, catatan perawat, serta log masuk dan keluar pasien. Seluruh barang bukti digital itu langsung dibawa ke laboratorium forensik untuk dianalisis lebih lanjut.

Kapolsek Kebayoran Baru membenarkan bahwa proses pengumpulan bukti masih berlangsung. “Kami menyita unit DVR dan meminta keterangan dari seluruh staf yang bertugas saat kejadian. Tidak ada satu pun detail yang kami abaikan,” ujar sumber internal kepolisian.

Kronologi Penanganan

Kejadian bermula saat pihak klinik melaporkan bahwa Sutrimo tiba-tiba kehilangan kesadaran dan tidak tertolong. Keluarga korban yang curiga dengan prosedur medis yang diterapkan langsung melapor ke Polsek Kebayoran Baru. Dalam hitungan jam, polisi memasang garis polisi di area klinik dan memeriksa setiap ruangan yang mungkin terkait.

Selain CCTV, polisi juga mengumpulkan sampel obat, alat infus, dan catatan pemberian tindakan. Prosedur ini diperlukan untuk memastikan apakah ada kelalaian atau penyimpangan yang menyebabkan kematian pasien. Hasil pengujian awal diharapkan keluar dalam waktu dekat untuk menentukan arah penyelidikan.

Keterangan Saksi dan Keluarga

Beberapa saksi mata dari pasien lain yang berada di klinik saat itu telah dimintai keterangan. Mereka diminta menceritakan situasi di sekitar ruang perawatan beberapa menit sebelum Sutrimo dinyatakan meninggal. Polisi juga membandingkan keterangan saksi dengan rekaman CCTV untuk mencari kejanggalan.

Pihak keluarga meminta agar penyidikan dilakukan secara transparan dan tuntas. Mereka menolak berkomentar banyak, namun menegaskan akan mengawal proses hukum hingga ada kepastian. Polisi menjanjikan tidak akan menutupi temuan apa pun dan siap menghadirkan ahli medis independen jika diperlukan.

Langkah Selanjutnya

Saat ini, penyidik masih menunggu hasil autopsi dan analisis digital dari barang bukti yang disita. Klinik Mordent sendiri untuk sementara menghentikan operasionalnya selama proses investigasi berjalan. Polisi menghimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya pada jalur hukum.

Kasus ini menjadi perhatian karena mencuat di tengah meningkatnya pengawasan publik terhadap praktik klinik swasta. Transparansi rekaman CCTV dan data medis diharapkan menjadi kunci untuk mengurai misteri kematian Sutrimo dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User