Menag Serukan Penghormatan HAM: Tolak Main Hakim Sendiri ke LGBT

JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat agar menghentikan aksi main hakim sendiri terhadap individu maupun kelompok LGBT. Ia menegaskan, setiap persoalan ...

Jul 28, 2026 - 02:13
0 0
Menag Serukan Penghormatan HAM: Tolak Main Hakim Sendiri ke LGBT

JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat agar menghentikan aksi main hakim sendiri terhadap individu maupun kelompok LGBT. Ia menegaskan, setiap persoalan harus ditempuh melalui jalur hukum yang berlaku, bukan dengan tindakan persekusi yang melanggar hak asasi manusia.

Penghormatan HAM sebagai Pilar

Dalam keterangannya, Nasaruddin menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang menjamin perlindungan setiap warga negara. “Tidak boleh ada satu pun pihak yang merasa berhak menghakimi dan melakukan kekerasan atas nama apa pun. Mari kita junjung tinggi prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penyelesaian persoalan sosial yang berkaitan dengan orientasi seksual tidak bisa dilakukan dengan cara-cara represif di luar koridor hukum. Masyarakat diminta mempercayakan proses penegakan aturan kepada aparat yang berwenang, seraya tetap menjaga kerukunan dan tidak tersulut emosi.

Konteks Kerawanan

Imbauan ini muncul di tengah meningkatnya laporan intimidasi, pengusiran, hingga kekerasan fisik yang dialami kelompok LGBT di sejumlah daerah. Data dari lembaga pemantau HAM menunjukkan bahwa dalam enam bulan terakhir, terjadi lonjakan kasus persekusi yang dilakukan oleh massa yang mengklaim bertindak atas nama agama atau moralitas publik.

Nasaruddin menyebut bahwa pendekatan keagamaan semestinya mengedepankan kasih sayang dan pembinaan, bukan penghakiman brutal. “Kementerian Agama berkomitmen untuk mengawal dialog dan edukasi agar tidak terjadi benturan horizontal yang merugikan semua pihak,” tambahnya.

Peran Tokoh Agama dan Pemda

Menteri juga meminta para tokoh agama dan pemerintah daerah untuk aktif meredam potensi konflik. Ia menekankan pentingnya memberikan pemahaman yang benar kepada umat agar tidak mudah terprovokasi. “Perbedaan adalah keniscayaan. Tugas kita adalah mengelola perbedaan itu dengan kebijaksanaan, bukan dengan amarah,” katanya.

Selain itu, penegakan hukum terhadap pelaku persekusi harus dilakukan secara tegas. Hal ini, menurutnya, akan memberikan efek jera sekaligus memastikan bahwa negara hadir dalam melindungi seluruh rakyatnya. Nasaruddin mengaku telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti setiap laporan kekerasan yang bernuansa kebencian.

Ajakan Dialog Konstruktif

Kementerian Agama berencana menginisiasi forum dialog antara tokoh agama, akademisi, dan perwakilan kelompok masyarakat sipil untuk merumuskan langkah-langkah edukasi yang inklusif. Tujuannya adalah menciptakan ruang komunikasi yang sehat guna mengurangi stigma dan diskriminasi.

Nasaruddin menutup pernyataannya dengan harapan agar masyarakat kembali pada nilai-nilai luhur Pancasila yang menjunjung tinggi kemanusiaan. “Kita boleh berbeda pandangan, tapi jangan sampai perbedaan itu menghilangkan rasa persaudaraan kita sebagai anak bangsa,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User