Polisi Ringkus Trio Begal Modus Kencan Aplikasi Gay di Depok
BARU SAJA — Tim Resmob Polres Metro Depok membekuk tiga begal yang memakai aplikasi kencan khusus gay, Hornet, untuk menjerat korban.Penangkapan ini menyusul laporan seorang korban yang dirampok dan...
BARU SAJA — Tim Resmob Polres Metro Depok membekuk tiga begal yang memakai aplikasi kencan khusus gay, Hornet, untuk menjerat korban.
Penangkapan ini menyusul laporan seorang korban yang dirampok dan dianiaya di lokasi sepi di kawasan Depok. Korban mengalami luka serius dan kehilangan barang berharga.
Meski identitas lengkap belum diungkap, polisi memastikan ketiga pelaku berusia antara 25 hingga 31 tahun. Mereka ditangkap di rumah kontrakan kawasan Cimanggis dan langsung digelandang untuk pemeriksaan intensif.
Modus operandi komplotan ini terbukti licin dan terencana. Mereka membuat akun palsu di Hornet, berpura-pura sebagai pria gay yang mencari teman kencan. Setelah percakapan intens dan rasa percaya terbangun, korban diundang bertemu.
Pertemuan selalu diatur di tempat terpencil—jauh dari keramaian dan minim penerangan. Begitu korban muncul, dua pelaku yang sudah menunggu langsung menyergap. Korban dipukuli brutal, lalu dipaksa menyerahkan uang, ponsel, dan perhiasan.
Hornet, aplikasi kencan berbasis lokasi untuk komunitas gay, menyediakan fitur keamanan. Namun, pelaku memanfaatkan celah kepercayaan pengguna. Foto profil menawan dan rayuan manis menjadi umpan ampuh untuk memancing korban ke perangkap.
Fakta Kunci
- Pelaku: Tiga pria dewasa, kini ditahan
- Platform: Aplikasi Hornet
- Modus: Kencan palsu, rampok, dan penganiayaan
- Lokasi kejadian: Beberapa titik sepi di Depok
- Korban: Sejumlah pria, mayoritas pengguna aplikasi
- Kerugian: Puluhan juta rupiah per korban
Kekerasan yang dilakukan pelaku sangat sadis. Beberapa korban menderita luka robek akibat senjata tajam dan harus dirawat di rumah sakit. Hingga kini, polisi masih mendata kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.
Penggerebekan dan Barang Bukti
Berdasarkan laporan dan pelacakan digital, polisi berhasil melokalisasi tempat persembunyian para tersangka. Operasi senyap dilakukan tanpa perlawanan. Ketiga pelaku langsung diamankan beserta sejumlah barang bukti.
Dari lokasi, petugas menyita tiga unit ponsel, pisau lipat, golok, dan beberapa kartu ATM milik korban. Barang bukti ini memperkuat dugaan bahwa komplotan sudah beraksi berkali-kali.
Imbauan untuk Pengguna Aplikasi Kencan
Polres Depok mengimbau masyarakat, terutama pengguna aplikasi kencan daring, agar lebih waspada. Pilih lokasi pertemuan di tempat ramai dan terbuka. Beri tahu teman atau keluarga tentang rencana kencan. Jangan mudah percaya pada profil baru yang terlalu sempurna.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa platform kencan daring rawan disusupi pelaku kejahatan. Modus serupa dilaporkan terjadi di beberapa kota besar. Polisi membuka posko pengaduan bagi korban yang belum berani melapor.
Hingga berita ini diturunkan, ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Depok. Beritatercepat akan terus memantau perkembangan kasus ini. Pantau terus Beritatercepat untuk info terkini.
Comments (0)