Aksi Blokade Bojonegara: Warga Serang Tuntut Percepatan Pelebaran Jalan
BREAKING NEWS — Massa warga dari Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, pagi tadi memblokade total akses Jalan Raya Bojonegara-Puloampel. Aksi ini menuntut agar proyek pelebaran jalan yang ...
BREAKING NEWS — Massa warga dari Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, pagi tadi memblokade total akses Jalan Raya Bojonegara-Puloampel. Aksi ini menuntut agar proyek pelebaran jalan yang sudah mangkrak bertahun-tahun segera dikerjakan.
Sekitar pukul 06.45 WIB, ratusan warga turun ke jalan. Mereka membawa kayu balok, ban bekas, dan membentangkan spanduk bertuliskan desakan. Lalu lintas langsung lumpuh total. Kendaraan pribadi, truk kontainer, dan angkutan umum terpaksa berhenti di kedua arah.
Kemacetan Kronis, Jalan Vital Menuju Pelabuhan
Jalan Bojonegara-Puloampel merupakan jalur utama menuju kawasan industri berat dan Pelabuhan Bojonegara. Lebar badan jalan saat ini hanya sekitar 5 meter. Setiap jam sibuk, antrean kendaraan mengular hingga 3 kilometer. Warga dan pengusaha lokal sudah bertahun-tahun mengeluhkan kondisi ini.
Kondisi ini diperparah oleh maraknya truk besar pengangkut semen, baja, dan bahan bakar. Menurut data Dinas Perhubungan setempat, volume kendaraan di ruas ini meningkat 40% dalam 3 tahun terakhir.
Tuntutan: Bukan Sekadar Aspal
Koordinator aksi, Solihin (52), menyatakan bahwa blokade adalah puncak frustasi. "Kami sudah sabar. Tapi janji tinggal janji. Tahun ini harus ada kepastian," tegasnya di lokasi.
Massa mengajukan tiga tuntutan utama:
- Pengerjaan fisik pelebaran jalan menjadi minimal 7 meter dengan bahu jalan, harus dimulai paling lambat September 2026.
- Transparansi dana proyek dan pembebasan lahan, termasuk keterlibatan warga dalam pengawasan.
- Pembangunan drainase untuk mencegah banjir yang kerap merendam jalan saat hujan deras.
Respons Pemerintah dan Mediasi
Polres Serang menerjunkan 50 personel untuk mengamankan aksi dan mengalihkan arus lalu lintas melalui jalur alternatif Ciomas. Setelah negosiasi alot selama dua jam, perwakilan warga diundang berdialog di kantor kecamatan pukul 10.00 WIB.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang, Rudi Hartono, menyatakan proyek sudah masuk APBD Perubahan 2026. "Dana sudah tersedia Rp12,7 miliar. Tahap lelang sedang berlangsung. Kalau tidak ada gugatan, kontrak bisa diteken Agustus," ujarnya.
Namun, warga tetap skeptis. "Dulu juga bilangnya mau dikerjakan, ternyata tidak. Kami butuh bukti, bukan kata-kata," ujar seorang ibu rumah tangga, Maemunah.
Dampak Ekonomi dan Reaksi Pengusaha
Blokade selama hampir 4 jam mengakibatkan kerugian logistik yang signifikan. Beberapa truk kontainer terlambat masuk pelabuhan, mengancam jadwal pengiriman ekspor. Pengusaha gudang di sekitar lokasi mengaku terpaksa meliburkan pegawai.
"Setiap kali macet parah, biaya operasional melonjak. Pelebaran jalan ini kebutuhan mendesak, bukan proyek mercusuar," kata Hendra, perwakilan asosiasi pengusaha pergudangan setempat.
Kondisi Terkini
Hingga pukul 11.30 WIB, akses jalan sudah kembali normal. Warga membubarkan diri dengan damai setelah mendapat jaminan pertemuan lanjutan pada Rabu (29/7). Namun mereka mengancam akan kembali menutup jalan jika hasil pertemuan nol besar.
Patroli polisi masih disiagakan di sepanjang ruas Bojonegara-Puloampel untuk mengantisipasi aksi susulan.
Comments (0)