Sep 17, 2026
Hukum

Polisi Kantongi Ciri Pelaku Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

Aparat kepolisian yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 bergerak cepat mengusut aksi kekerasan bersenjata yang menyasar war

Polisi Kantongi Ciri Pelaku Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

Aparat kepolisian yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 bergerak cepat mengusut aksi kekerasan bersenjata yang menyasar warga sipil di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Penyidik kini telah berhasil mengidentifikasi dan mengantongi ciri-ciri terduga pelaku penembakan terhadap tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Peristiwa teror berdarah yang menimpa para abdi negara tersebut terjadi pada Rabu, 9 September 2026. Insiden penyerangan ini langsung memicu respons terpadu dari aparat penegak hukum guna memburu kelompok bersenjata yang kerap meresahkan masyarakat di wilayah dataran tinggi Papua tersebut.

Pemeriksaan Saksi Kunci dan Identifikasi Pelaku

Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat (Kasatgas Humas) Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa titik terang pengungkapan kasus ini diperoleh setelah tim penyidik melakukan interogasi mendalam terhadap saksi korban yang berhasil selamat dari insiden maut tersebut.

Pemeriksaan intensif itu dilakukan di Markas Polres Jayawijaya untuk menggali kronologi detail, gestur, serta profil visual para penyerang. Berbekal informasi primer tersebut, tim gabungan TNI-Polri langsung diterjunkan ke titik-titik pelarian strategis.

"Dari hasil pendalaman, kami sudah langsung memeriksa saksi korban selamat dan mengambil keterangannya di Polres Jayawijaya. Kami sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku dan tim langsung melakukan pengejaran berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut," ujar Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangan resminya.

Temuan Selongsong Peluru dan Jejak di TKP

Di samping memintai keterangan saksi, tim olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Satgas Damai Cartenz bersama Satreskrim Polres Jayawijaya telah mengumpulkan sejumlah bukti materiel penting dari lokasi penembakan. Penyelidikan ilmiah forensik menemukan indikasi kuat jenis persenjataan yang digunakan oleh para pelaku saat melancarkan serangannya.

Petugas mengamankan sejumlah barang bukti vital di sekitar area insiden, yang meliputi:

  • Dua selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter yang lazim digunakan untuk senjata api laras panjang standar militer.
  • Satu selongsong peluru kaliber 9 milimeter yang umumnya ditembakkan dari senjata api genggam atau pistol.
  • Ceceran dan jejak darah di sekitar jalur pelarian yang sedang dianalisis secara forensik untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya pelaku yang terluka.

Pengejaran Kelompok Bersenjata di Medan Berat

Berdasarkan keterangan awal dari saksi di lapangan, kelompok penyerang tersebut diperkirakan berjumlah sekitar delapan orang. Saat melakukan aksi teror terhadap rombongan dinas tersebut, gerombolan ini terkonfirmasi menenteng setidaknya dua pucuk senjata api laras panjang serta senjata tajam.

Pihak keamanan menegaskan tidak akan mentolerir aksi brutal yang menyasar para pelayan publik. Tim gabungan kini terus mempersempit ruang gerak kelompok tersebut di kawasan pedalaman dan pegunungan sekitar Jayawijaya guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif serta memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User