Polisi Bawa 3 Barang Bukti dari Klinik Mordent ke Labfor
UPDATE MENIT LALU — Aparat kepolisian menyelesaikan serangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP) di Klinik Mordent. Setelah proses selama beberapa jam, petugas langsung menggondol tiga bungkusan k...
UPDATE MENIT LALU — Aparat kepolisian menyelesaikan serangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP) di Klinik Mordent. Setelah proses selama beberapa jam, petugas langsung menggondol tiga bungkusan kertas yang diduga berisi barang bukti kunci. Bungkusan tersebut dilarikan ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk diuji lebih lanjut. Langkah ini diambil guna mengungkap tabir kematian Sutrimo yang ditemukan tak bernyawa di lokasi.
Gelar Perkara di Balik Tirai Misteri
Olah TKP dimulai sejak pagi buta. Tim Inafis dan identifikasi turun ke lokasi dengan pengawalan ketat. Mereka menyisir setiap sudut, dari ruang praktik hingga area pendaftaran. Polisi juga memotong akses jalan sekitar klinik untuk menghindari kontaminasi. Saksi mata menyebut petugas tampak cermat mengumpulkan serpihan informasi dan material dari lantai, dinding, hingga perabotan.
"Kami lihat petugas bawa beberapa amplop cokelat besar. Kayaknya ada barang yang diambil," ujar Amin (42), warga sekitar yang menyaksikan dari kejauhan. Proses penyisiran berlangsung tanpa gangguan berarti. Hingga siang, garis polisi masih terpasang rapat.
Isi Bungkusan Masih Jadi Misteri
Hingga kini, belum ada rilis resmi mengenai isi ketiga bungkusan kertas tersebut. Sumber internal menyebut kemungkinan besar berisi material biologis, benda-benda kecil, atau dokumen yang mampu berbicara banyak tentang penyebab kematian. Polisi belum mau berspekulasi.
- 3 bungkusan kertas diamankan dan langsung dikirim ke Labfor
- Proses olah TKP berlangsung lebih dari 4 jam
- Penyidik masih menunggu hasil uji forensik sebelum menetapkan arah
- Klinik Mordent sekarang dalam status dijaga polisi
Sutrimo: Sosok yang Masih Diselimuti Tanya
Sutrimo, korban yang ditemukan tewas, dikenal warga sebagai pribadi biasa. Belum ada keterangan apakah ia pasien klinik atau hanya kebetulan berada di tempat itu. Pihak keluarga sudah dimintai keterangan. Polisi tidak membeberkan detail untuk menjaga integritas penyelidikan.
"Korban memang sering lewat sini. Tapi kami tidak tahu ada masalah," kata Siti (52), penjual warung di dekat klinik. Kematian mendadak ini sontak mengundang spekulasi liar. Polisi meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme hukum.
Arah Penyelidikan dan Teka-teki Forensik
Puslabfor kini menjadi tumpuan. Hasil uji laboratorium akan menjadi kunci apakah kematian Sutrimo karena faktor alamiah, kecelakaan, atau ada unsur kriminal. "Kami belum bisa memastikan apa pun. Semua kembali pada hasil lab," tegas salah satu perwira yang enggan disebutkan namanya.
Penyidik memastikan akan memeriksa rekam medis, riwayat korban, dan keterangan saksi-saksi baru. Beberapa saksi yang diduga mengetahui peristiwa sebelumnya turut dipanggil. Sementara itu, manajemen Klinik Mordent belum mengeluarkan pernyataan formal. Pintu klinik yang semula terbuka kini digembok dan dijaga ketat.
Kepolisian berjanji akan transparan begitu ada titik terang. Masyarakat diminta tetap tenang dan mempercayakan proses hukum pada penyidik. Kasus ini masih bergulir, dan setiap barang bukti yang dibawa ke Labfor bisa menjadi potongan terakhir dari teka-teki besar yang menyelimuti Klinik Mordent.
Comments (0)