Polda Metro Buru Tersangka Buzzer Hoaks, Operasi Besar Digelar

BREAKING NEWS — Aparat Polda Metro Jaya mengerahkan tim khusus untuk memburu sejumlah tersangka yang diduga bagian dari sindikat buzzer penyebar informasi palsu. Operasi pengejaran ini berlangsung k...

Jul 28, 2026 - 07:51
0 0
Polda Metro Buru Tersangka Buzzer Hoaks, Operasi Besar Digelar

BREAKING NEWS — Aparat Polda Metro Jaya mengerahkan tim khusus untuk memburu sejumlah tersangka yang diduga bagian dari sindikat buzzer penyebar informasi palsu. Operasi pengejaran ini berlangsung kurang dari 24 jam setelah polisi menggerebek sebuah rumah di bilangan Jakarta Selatan dan menangkap dua orang pelaku utama.

Keduanya kini menjalani pemeriksaan intensif. Polisi menemukan ribuan akun media sosial yang dikendalikan secara terpusat untuk menyebarkan narasi bohong soal situasi keamanan dan kebijakan publik. "Kami masih mengejar tiga tersangka lain yang identitasnya sudah kami kantongi," ujar sumber internal kepolisian yang enggan disebut namanya.

Jaringan Terstruktur dengan Peran Spesifik

Hasil penyelidikan awal mengungkap sindikat ini beroperasi layaknya perusahaan digital gelap. Mereka membagi peran: operator yang mengelola ribuan akun palsu, penulis narasi yang merancang konten provokatif, serta koordinator lapangan yang menghubungkan dengan pihak pemesan. Setiap anggota dibayar berdasarkan jumlah unggahan dan tingkat viralitas konten.

Barang bukti yang disita meliputi puluhan telepon seluler, kartu perdana prabayar dalam jumlah besar, serta dokumen transaksi keuangan yang menunjukkan aliran dana mencapai ratusan juta rupiah per bulan. "Ini bukan sekadar iseng. Ada skema bisnis terorganisir yang memanfaatkan keresahan masyarakat," kata seorang penyidik.

Ancaman Pidana dan Dampak Luas

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta pasal-pasal tentang penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran. Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara ditambah denda miliaran rupiah. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan keterlibatan pihak-pihak yang memesan konten hoaks tersebut.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing unggahan yang tidak jelas sumbernya. "Setiap informasi yang beredar harus dikonfirmasi kebenarannya. Jangan ikut menyebarkan sebelum yakin," tegas pejabat humas Polda Metro Jaya dalam keterangan resmi. Operasi ini menjadi sinyal kuat bahwa perang melawan buzzer bayangan dan hoaks memasuki babak baru yang lebih agresif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User