PKK Dorong Pelajar Biak Cintai Negeri Lewat Potensi Bahari

BARU SAJA — Ketua Tim Penggerak PKK, Tri Tito Karnavian, menggugah semangat nasionalisme pelajar di Biak Numfor, Papua, dengan mengangkat potensi bahari sebagai medium cinta Tanah Air. Dalam kunjung...

Aug 07, 2026 - 22:50
0 0
PKK Dorong Pelajar Biak Cintai Negeri Lewat Potensi Bahari

BARU SAJA — Ketua Tim Penggerak PKK, Tri Tito Karnavian, menggugah semangat nasionalisme pelajar di Biak Numfor, Papua, dengan mengangkat potensi bahari sebagai medium cinta Tanah Air. Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa pendidikan karakter dan kekayaan laut adalah fondasi kuat untuk membangun generasi muda yang berakar pada budaya dan kebangsaan.

Pernyataan itu disampaikan di hadapan ratusan pelajar dan guru dalam acara bertajuk 'Cinta Tanah Air Melalui Bahari' yang berlangsung di aula sekolah setempat. Tri Tito menekankan bahwa kecintaan pada negeri tidak hanya diwujudkan lewat upacara bendera, tetapi juga melalui apresiasi terhadap sumber daya alam, terutama laut yang mengelilingi wilayah Biak.

Pendidikan Karakter dan Bahari Jadi Kunci

Menurut Tri Tito, pelajar Biak memiliki keistimewaan karena hidup di tengah kekayaan laut yang luar biasa. Ia mengajak mereka untuk menjadikan laut sebagai guru kehidupan — belajar tentang kesabaran, kerja keras, dan kebersamaan dari para nelayan dan masyarakat pesisir.

  • Pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk sekolah dan keluarga.
  • Potensi bahari seperti terumbu karang, ikan, dan wisata bawah laut bisa menjadi kebanggaan lokal.
  • Dengan mencintai laut, pelajar secara tidak langsung menjaga kedaulatan dan kekayaan bangsa.

Ia juga menyoroti pentingnya peran guru dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. "Anak-anak kita harus tahu bahwa Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia. Jika mereka tidak mencintai lautnya, siapa lagi?" ujarnya di hadapan peserta.

Biak, Surga Bahari yang Perlu Dikenal

Biak Numfor dikenal memiliki gugusan pulau dengan keindahan bawah laut yang mendunia. Spot diving seperti Pulau Padaido dan Teluk Cenderawasih menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara. Namun, menurut Tri Tito, keindahan itu belum sepenuhnya dikenal oleh generasi muda setempat.

"Banyak pelajar di sini yang belum pernah snorkeling atau melihat langsung keindahan terumbu karang mereka sendiri. Ini ironi," tegasnya. Ia mendorong sekolah untuk mengadakan program wisata edukasi bahari, seperti kunjungan ke pantai, pengenalan ekosistem mangrove, dan pelatihan konservasi laut.

Langkah Nyata PKK dan Pemerintah Daerah

Dalam kesempatan itu, Tri Tito juga mengapresiasi pemerintah daerah Biak yang telah menggagas program 'Sekolah Bahari'. Program tersebut rencananya akan melibatkan dinas pendidikan, dinas kelautan, dan komunitas nelayan untuk memberikan materi praktik kepada pelajar.

  • PKK akan memfasilitasi pelatihan guru tentang metode pembelajaran berbasis potensi lokal.
  • Kerja sama dengan TNI AL dan Polair untuk mengadakan kegiatan bersih pantai dan penanaman mangrove.
  • Pembentukan duta bahari remaja yang bertugas menyosialisasikan cinta laut di media sosial.

Kepala Dinas Pendidikan Biak Numfor, yang hadir dalam acara tersebut, menyambut baik inisiatif ini. Ia berjanji akan mengintegrasikan kurikulum muatan lokal tentang bahari ke dalam pembelajaran di semua jenjang.

Respons Antusias Pelajar dan Guru

Para pelajar yang hadir tampak antusias. Salah seorang siswi, Maria, mengaku baru pertama kali mendengar ajakan untuk mencintai laut sebagai bentuk cinta tanah air. "Selama ini saya pikir cinta tanah air cukup dengan belajar dan mengikuti upacara. Ternyata lebih dari itu," katanya.

Seorang guru, Yohanes, menyambut positif ajakan tersebut. Menurutnya, pendidikan karakter selama ini terlalu fokus pada teori di kelas, sehingga siswa kurang dekat dengan alam. "Dengan mengenalkan bahari, siswa bisa belajar tentang ekosistem, ekonomi, dan budaya sekaligus," ujarnya.

Harapan untuk Generasi Emas Papua

Tri Tito menutup sambutannya dengan harapan besar. Ia ingin pelajar Biak menjadi generasi emas yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa maritim yang kuat. "Mereka adalah penjaga masa depan Indonesia. Jika mereka cinta lautnya, mereka akan menjaga perbatasan, melestarikan alam, dan membangun ekonomi biru," pungkasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja TP PKK ke Papua dalam rangka memperingati Hari Maritim Nasional. Rencananya, program serupa akan digelar di daerah pesisir lainnya seperti Raja Ampat, Sorong, dan Merauke.

Dengan adanya ajakan ini, diharapkan muncul kesadaran baru di kalangan pelajar bahwa mencintai Tanah Air bisa dimulai dari hal yang paling dekat — laut yang membentang di depan mata mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User