BREAKING: Warga Bandel, Jualan di Atas Saluran Air Saat Penertiban

BARU SAJA — Ratusan pedagang di Jalan Abdul Jalil, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, memilih bertahan di tengah operasi penertiban bangunan liar di atas saluran penghubung (PHB). Aktivitas jual beli tet...

Aug 07, 2026 - 22:50
0 0
BREAKING: Warga Bandel, Jualan di Atas Saluran Air Saat Penertiban

BARU SAJA — Ratusan pedagang di Jalan Abdul Jalil, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, memilih bertahan di tengah operasi penertiban bangunan liar di atas saluran penghubung (PHB). Aktivitas jual beli tetap berlangsung meski petugas gabungan telah menyegel lokasi sejak pagi.

Suasana tegang mewarnai lokasi penertiban. Para pedagang terlihat enggan meninggalkan lapak mereka. Mereka tetap melayani pembeli di sela-sela proses pembongkaran yang dilakukan alat berat.

Warga Nekat Bertahan

Sejumlah warga mengaku belum siap pindah. Mereka tidak memiliki tempat usaha alternatif. Sebagian besar menggantungkan hidup dari berjualan di lokasi tersebut selama bertahun-tahun.

  • Puluhan bangunan di atas PHB menjadi sasaran penertiban hari ini.
  • Petugas menerjunkan alat berat untuk merobohkan konstruksi liar.
  • Warga tetap berjualan di tengah puing-puing bangunan yang baru dirobohkan.
  • Aparat kepolisian dan Satpol PP berjaga di sepanjang jalan.

Seorang saksi mata melaporkan, proses penertiban berjalan alot. Beberapa warga sempat berdebat dengan petugas. Namun, tidak ada bentrokan fisik yang terjadi hingga berita ini diturunkan.

Penertiban PHB: Langkah Pemprov DKI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan penertiban ini merupakan bagian dari normalisasi saluran air. PHB di Jalan Abdul Jalil dinilai tersumbat akibat bangunan liar. Hal ini menjadi penyebab banjir di kawasan Karet Tengsin saat musim hujan.

Kepala Satpol PP Jakarta Pusat, saat dikonfirmasi, membenarkan operasi ini. Ia menyebutkan, penertiban akan dilakukan secara bertahap. Bangunan yang tidak memiliki izin resmi akan dirobohkan hingga tuntas.

Data di lapangan menunjukkan setidaknya 50 unit bangunan terdampak. Sebagian besar berupa kios dan warung makan. Ada pula bangunan semi permanen yang dijadikan tempat tinggal.

Warga Minta Relokasi

Para pedagang meminta pemerintah menyediakan lokasi relokasi sebelum penertiban dilakukan. Mereka khawatir kehilangan mata pencaharian secara permanen. Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku belum menerima informasi resmi soal relokasi.

“Kami tidak menolak penertiban. Tapi, kami butuh kepastian tempat usaha baru. Jangan sampai kami diusir tanpa solusi,” ujarnya kepada tim liputan di lokasi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada perwakilan warga yang diajak berdialog oleh pejabat setempat. Proses pembongkaran terus berlanjut. Debu dan material bangunan berserakan di sepanjang jalan.

Update Terkini di Lokasi

Pantauan terakhir pukul 14.00 WIB, petugas mulai merobohkan bangunan dua lantai yang berada tepat di atas saluran air. Warga yang bertahan terpaksa mengungsi ke sisi jalan yang lebih aman. Beberapa pembeli masih terlihat berdatangan, memaksa pedagang melayani transaksi di tengah kepungan alat berat.

Evakuasi barang dagangan dilakukan secara mandiri oleh pemilik kios. Mereka mengangkut barang menggunakan gerobak dan kendaraan roda dua. Sebagian barang terlihat rusak tertimpa material bangunan.

Petugas pemadam kebakaran juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi kebakaran akibat percikan alat berat. Ambulans terparkir di ujung jalan untuk mengantisipasi korban jiwa.

Konteks Lebih Luas

Penertiban di Karet Tengsin ini merupakan bagian dari program besar Pemprov DKI membersihkan seluruh bantaran saluran air. Sebelumnya, operasi serupa dilakukan di Pasar Rumput dan Cawang. Pemerintah menargetkan seluruh PHB bebas bangunan liar sebelum musim hujan puncak tiba.

Namun, pelaksanaan di lapangan kerap menuai protes. Warga menilai sosialisasi kurang maksimal. Mereka juga mengeluhkan minimnya kompensasi bagi pedagang yang kehilangan tempat usaha.

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menyatakan, pihaknya akan mengkaji ulang kebutuhan relokasi. Namun, ia menegaskan penertiban tidak bisa ditunda karena menyangkut keselamatan warga luas. Saluran yang tersumbat berpotensi menyebabkan banjir besar di Jakarta Pusat.

Perkembangan terbaru akan terus diupdate seiring berjalannya proses penertiban. Tim liputan masih berada di lokasi untuk memantau situasi. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Operasi penertiban ditargetkan selesai dalam dua hari ke depan. Pemerintah berjanji akan membersihkan puing-puing dan memulihkan fungsi saluran air secepatnya. Sementara itu, nasib para pedagang yang bertahan masih menggantung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User